PBB: Sanksi AS Terhadap Iran Langgar HAM

Selasa, 25 Juni 2019 - 09:42 WIB

FAJAR.CO.ID, JENEWA–Idriss Jazairy, Pelapor Khusus PBB yang prihatin dengan dampak negatif dari sanksi, mengatakan bahwa sanksi pada Kuba, Venezuela, dan Iran oleh Amerika Serikat, melanggar hak asasi manusia.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan Selasa, Jazairy mengatakan penggunaan sanksi ekonomi untuk tujuan politik, melanggar hak asasi manusia dan norma-norma perilaku internasional.

“Kekhawatiran nyata dan perbedaan politik yang serius antara pemerintah tidak boleh diselesaikan dengan memicu bencana ekonomi dan kemanusiaan, membuat orang-orang biasa menggadaikan dan menyandera mereka,” tambahnya, menurut China Daily seperti dilansir iranian.

Dia mengatakan, tindakan seperti itu dapat memicu bencana kemanusiaan buatan manusia dengan proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Iran Tembak Jatuh Drone Mata-mata AS

Presiden AS, Donald Trump secara sepihak menarik Washington dari kesepakatan nuklir 2015 pada Mei 2018 dan memerintahkan penerapan kembali sanksi terhadap Iran. Sanksi putaran pertama mulai berlaku pada 6 Agustus dan putaran kedua yang menargetkan ekspor minyak dan bank Iran, dibatalkan pada 4 November.

Pada November, AS mengizinkan sanksi keringanan bagi negara-negara seperti Tiongkok, India, dan Turki untuk terus mengimpor volume minyak terbatas dari Iran, namun diumumkan pada 22 April bahwa jika ada negara yang membeli minyak dari Iran akan dikenai sanksi.

Perintah Serang Iran Dicabut, Trump Takut Terjadi Perang

Selain itu, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pada Jumat, Washington tidak akan memperbarui dua keringanan sanksi yang memungkinkan Rusia dan negara-negara Eropa untuk melakukan bisnis dengan Teheran.

Salah satu dari dua keringanan memungkinkan Iran untuk menyimpan kelebihan air berat yang diproduksi dalam proses pengayaan uranium di Oman. Yang lain memungkinkan Iran untuk menukar uranium yang diperkaya dengan Rusia.

One thought on “PBB: Sanksi AS Terhadap Iran Langgar HAM

Comments are closed.