Prostitusi Online, dari Tarif Rp500 Ribu hingga Akun Berkedok Penipuan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,KALTARA–Kemajuan teknologi juga dimanfaatkan para pekerja seks komersial. Mereka memanfaatkan aplikasi pesan yang banyak tersedia di App Store dan Google Play Store menjalan praktik prostitusi dalam jaringan (daring) atau online.

Mereka memanfaatkan aplikasi pesan untuk menggaet para pria hidung belang. Misal, menggunakan aplikasi pesan MiChat.

Apalagi, aplikasi pesan tersebut dilengkapi dengan fitur “pengguna di sekitar”. Yang jaraknya hingga 1 kilometer. Dengan menggunakan fitur tersebut, pengguna dengan mudah melihat siapa yang ingin disapa.

Praktik prostitusi online dengan menggunakan aplikasi berkirim pesan ini, pernah digunakan salah seorang warga Tanjung Selor, Bulungan. Pria yang enggan namanya dipublikasikan, mengaku pernah mengajak kencan salah seorang wanita pemilik akun MiChat.

“Saya pernah pesan sekali untuk ditemani tidur. Waktu itu umurnya masih 18 tahunan-lah,” ujarnya kepada Harian Rakyat Kaltara, Sabtu (22/6).

Untuk tarif sekali kencan, dia menyebutkan antara Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. “Kalau yang harga Rp 500 ribuan biasanya itu belum sama tempat. Tapi kalau sudah di atas Rp1 juta, itu sudah dengan hotel,” ungkapnya.

Namun, dia mengingatkan agar lebih berhati-hati memesan wanita yang akan diajak kencan menggunakan MiChat. Karena menurutnya, tidak sedikit akun-akun yang berkedok penipuan. Salah satunya, dengan meminta uang ditransfer terlebih dahulu.

“Kalau sudah minta transfer duluan biasanya menipu itu. Kalau yang benar biasanya ketemu langsung bayar di tempat,” ujarnya.

Meski, ada pihak-pihak yang menyalahgunakan aplikasi berkirim pesan itu, dia juga mengaku ada yang memang ingin mencari pertemanan. “Kalau wanita yang bisa diajak tidur itu memiliki kode BO (booking order). Jadi kalau sudah tercantum kode BO, itu berarti kita bisa chat dan menanyakan harga,” bebernya.

Hal senada disampaikan Mr X. Menurut pria yang juga pengguna MiChat itu, untuk mendapatkan wanita yang bisa diajak kencan, tidak hanya langsung ke pengguna yang menawarkan jasa melalui MiChat. Namun, ada juga yang harus melalui muncikari.

“Dulu kalau awal-awal kita bisa langsung ketemu dengan wanitanya. Tapi sekarang lewat perantara seperti muncikari,” ujar pria yang juga enggan namanya dikorankan. (prokal/eds)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...