UMI Siapkan Dosen Pendamping Kewirausahaan Bersertfikat

Selasa, 25 Juni 2019 - 17:10 WIB
IST

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui  UPT Manajemen Inovasi dan Inkubasi Bisnis melaksanakan pelatihan  dan sertifikasi dosen pendamping kewirausahaan yang dibuka Wakil Rektor V UMI, Prof Dr Ir Hatta Fattah MS di Hotel Swissbellin, (24/6/2019).

Hadir Direktur LSP Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan, Dr Wier Ritonga, Ketua UPT Manajemen Inovasi dan Inkubasi Bisnis UMI  Dr Asdar Djamerreng MM, Ketua Panitia Dr Mais Ilsan MP.

Wakil Rektor V UMI, Prof Dr Hatta Fattah MS dalam sambutannya mengatakan, Dosen pendamping kewirausahaan perlu memiliki legalitas akademik yang tertulis berupa sertifikasi Kompetensi sebagai Pengakuan kuat yang legal dari Pemerintah melalui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) terhadap pemegang hak kompetensi disuatu bidang keahlian dibidang kewirausahaan.

Dosen memiliki peran strategis dalam memberikan pengetahuan kewirausahaan kepada mahasiswa, menginisiasi dan mengembangkan sehingga terjadi proses akselerasi pertumbuhan dan pengembangan usaha baru dikalangan mahasiswa sebagai calon pengusaha.

Dalam kesempatan tersebut, Guru besar Fakultas Perikanan UMI ini, juga memperkenalkan UMI sebagai PTS  telah memperoleh akreditasi institusi dengan kategori unggul  atau nilai ‘A’, pertama dan satu-satunya di luar pulau Jawa. UMI juga  berhasil menempatkan dirinya pada peringkat ke-64 dari 4.674 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia (data dari Kemenristekdikti, 2018).

UMI sebagai bagian dari pendidikan tinggi di Indonesia harus bisa menjawab problem sosial yang dewasa ini terus berkembang, baik dalam jenisnya maupun substansinya. Salah satu langkah dilakukan di antaranya adalah membangun lulusan berkualitas dan berdaya saing untuk memiliki kompetensi yang relevan dengan dunia kerja, termasuk technical and vocational skills, agar  mampu mendapat pekerjaan layak dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Selain itu, kompetitif, kreatif, inovatif, dan berkarakter moral di era disrupsi. UMI dituntut untuk ikut berevolusi dan didorong kesanggupannya untuk melakukan upaya transformasi digital dalam penyelenggaraan kegiatan tridharma dan pengelolaan perguruan tinggi.

Sementara itu, Ketua Panitia,   Dr Mais Ilsan, melaporkan kegiatan yang berlangsung pada 24-26 Juni 2019, diikuti 30 peserta dosen pengampuh mata kuliah kewirausahaan atau yang ditugaskan oleh perguruan tingginya dalam pendampingan kewirausahaan dalam lingkup LLDikti Wilayah IX Sulawesi dan menghadirkan  narasumber dari Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan dengan tujuan, dosen pengampuh mata kuliah kewirausahaan diharapkan memiliki kemampuan meningkat dalam pengetahuan dan pemahaman pada program kewirausahaan. (humas/sam)