Van Gaal: Messi Bertanggung Jawab atas Kegagalan Barcelona di Liga Champions

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BARCELONA—Mantan pelatih Barcelona, Louis van Gaal menegaskan, kegagalan klub Catalan itu meraih gelar Liga Champions dalam beberapa musim terakhir tak hanya tanggung jawab pelatih. Lionel Messi selaku kapten dan bintang klub juga mesti bertanggung jawab untuk hal ini.

“Saya pikir Messi harus bertanya pada dirinya sendiri bagaimana mungkin ia belum pernah memenangkan Liga Champions dalam waktu begitu lama. Saya tidak berada di ruang ganti maupun di pelatihan Barcelona. Saya tidak bisa menilai. Saya suka Messi sebagai pemain individu. Dia adalah pemain individu terbaik di dunia karena statistiknya luar biasa. Saya suka itu! Tapi mengapa belum memenangkan Liga Champions sejak lima tahun lalu? Mengapa?” tegasnya di El Pais.

Barca memiliki kualitas tim luar biasa. Makanya, menurut eks pelatih Manchester United itu, Messi harus bertanya pada diri sendiri kenapa mereka gagal. “Sebagai kapten, Anda harus bertanya pada diri sendiri mengapa tim tidak menang di Eropa. Barça memiliki pasukan yang luar biasa. Anda tidak dapat mengatakan bahwa Rakitic buruk, atau bahwa Coutinho buruk, atau bahwa Alba adalah pemain buruk, atau Ter Stegen kiper yang buruk, atau Arthur atau Vidal …! Saya pikir Messi juga bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Barcelona. Bukan hanya Pelatih. Para pemain memiliki tanggung jawab besar atas apa yang terjadi dengan tim,” ujarnya.

Van Gaal menegaskan, kegagalan Barca bisa jadi karena bintang mereka tidak bermain untuk tim. Dan ia percaya bahwa setiap pemain harus bermain untuk tim. Bahkan Messi sekali pun. “Mereka memiliki staf dengan 30 pemain dan saya pikir Messi harus beradaptasi dengan tim dan bukan sebaliknya. Guardiola memainkan Messi untuk kepentingan tim tetapi pelatih terakhir telah beradaptasi terlalu banyak untuk Messi bukannya melindungi semangat tim. Itu yang paling penting,” jelas Van Gaal.

“Barça sudah melakukan apa yang Ajax lakukan karena Messi dapat menggiring bola di ruang sempit yang dikelilingi oleh berapa pun jumlah pemain bertahan. Apa yang terjadi adalah tidak hanya Messi yang bisa bermain seperti ini: Coutinho, Busquets, Dembelé, Roberto dan Alba juga pemain kreatif dalam aspek ini,” lanjutnya.

Ajax kata Van Gaal melakukannya dengan Hakim Ziyech, Dusan Tadic, David Neres, Frenkie De Jong dan Blind, yang merupakan pemain yang sangat kreatif untuk bermanuver di ruang sempit. Hanya mereka yang melakukannya di negara mereka sendiri, dan itu bukan level tertinggi. Level tertinggi adalah Liga Champions, dan di sana menurut Van Gaal, tim harus menjaga kualitas lawan.

“Itu sebabnya Barca kalah 0-4 di semi final melawan Liverpool. Jika ada semangat tim yang sejati, pada level tertinggi hasil ini tidak mungkin. Bahkan di Liga Champions tidak dapat dibayangkan bahwa Barca akan kalah dengan perbedaan itu dengan para pemain yang mereka miliki,” kuncinya. (Football Espana/amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar