Eggi Sudjana Cabut Praperadilan, Ini Alasannya

Rabu, 26 Juni 2019 - 09:52 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana telah mendapat penangguhan penahan dari penyidik Polda Metro Jaya pada Senin (24/6) malam. Seiring dengan itu, dia turut mencabut gugatan praperadilan yang sudah terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Padahal berdasarkan informasi dari Humas PN Jaksel, Achmad Guntur, praperadilan dengan nomor perkara 74/Pid.Pra/2019/PNJkt.sel yang diajukan pada 18 Juni sudah dijadwalkan sidang perdana pada 1 Juli pukul 10.00 WIB.

Pengacara Eggi Sudjana, Abdullah Alkatiri mengaku alasan pengajuan praperadilannya yang kedua karena tak kunjung ada kejelasan terkait permohonan penangguhan Eggi. Akhirnya demi mencari jawabannya, praperadilan dilayangkan.

Namun, situasi berubah ketika Senin lalu pihak Eggi mendapat kabar akan dikabulkan penangguhan penahanannya. Oleh sebab itu, Alkatiri memerintahkan salah satu stafnya mencabut praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Ya memang kami rencana kemarin untuk mencabut itu. Apakah mungkin karena saya di luar kota, minta teman-teman untuk mencabut karena kan keadaannya sudah berubah ya penahanannya kan sudah di tangguhkan,” kata Alkatiri saat dihubungi, Selasa (25/6).

Alkatiri menerangkan, surat pencabutan gugatan itu dikirimkan sebelum Eggi ditangguhkan penahanannya. Dia menjelaskan, gugatan praperadilan itu dicabut karena sudah tak ada lagi hal yang mendesak.

“Iya Eggi Sudjana mengajukan praperadilan masalah penangkapan dan penahanan, dan faktanya sekarang sudah ditangguhkan sudah tidak ada urgensinya,” tegasnya.

Sebelumnya, Eggi Sudjana terlihat sudah keluar dari rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya, Senin (24/6) malam sekitar pukul 19.15 WIB. Terlihat dia masuk ruang penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk menyelesaikan proses penangguhan penahanannya. Saat berjalan dia terlihat masih mengenakan pakaian tahanan berwarna orange.

Nampak muka bahagia tersorot dari wajah politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu ketika mendapat penangguhan penahanan. Namun dia enggan berbicara banyak saat di tanya oleh awak media. “Alhamdulillah,” ucap singkat Eggi kepada awak media.

Eggi mendapat pembebasan penangguhan penahanan setelah Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad menjadi penjamin. Permohonannya sendiri telah dibuat sejak H-1 Hari Raya Idul Fitri 1440 hijriah lalu.

Eggi sendiri mulai ditahan sejak Selasa (14/5). Dia diputuskan masuk Rumah Tahanan Polda Metro Jaya setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Dia pertama kali diperiksa sejak Senin (13/5) pada pukul 16.30 WIB. Pitra Romadoni menyebut kliennya telah ditangkap oleh polisi dengan dasar surat penangkapan B/7608/V/RES.1.24/2019/Ditreskrimum.

Eggi kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar oleh Polda Metro Jaya. Keputusan ini dikeluarkan setelah proses gelar perkara pada 7 Mei 2019. Adanya kecukupan alat bukti seperti enam keterangan saksi, empat keterangan ahli, beberapa dokumen, petunjuk, dan kesesuaian alat bukti menjadi dasar penyidik menaikan status hukumnya.

Kata Pengamat Soal Panglima TNI Jamin Penangguhan Mayjen Soenarko

Aksi PA 212 Jelang Putusan MK, Ini Imbauan MUI

Eggi Sudjana dilaporkan oleh caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), S. Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan makar. Laporan itu dibuat atas beredarnya video Eggi menyerukan people power dalam sebuah orasi.

Selain Dewi, Supriyanto yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac) juga turut melaporkan Eggi ke Bareskrim Polri, pada Jumat 19 April 2019. Laporannya teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan. Terkait status tersangkanya ini, Eggi pun telah mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (jp)

One thought on “Eggi Sudjana Cabut Praperadilan, Ini Alasannya

Comments are closed.