Era Milenial dan Literasi Pancasila


Oleh: M. Fadlan L Nasurung (Koordinator Komunitas GUSDURian Makassar & Anggota Kaukus Penulis Aliansi Kebangsaan)Masa depan sebuah bangsa, ada di tangan generasi mudanya. Adagium ini tentu bukanlah retorika belaka, ia adalah kenyataan sejarah yang tidak dapat dibantah.Generasi muda, sebagai elemen paling penting bagi masa depan bangsa Indonesia, di pundaknyalah perjalanan negara-bangsa ini dipertaruhkan. Bonus demografi yang begitu besar di tahun-tahun mendatang, menjadi tantangan yang harus dipikirkan dengan sungguh-sungguh. Pada tahun 2017, penduduk Indonesia telah didominasi oleh generasi milenial, yaitu mereka yang lahir pada kisaran tahun 1980-2000, dengan persentase 33,75 persen. Sehingga dapat dipastikan, saat ini generasi milenial telah masuk dan bekerja di dalam berbagai ranah strategis, baik sektor formal maupun informal.Adapun generasi milenial yang lahir di penghujung tahun 90-an, saat Indonesia mengalami gejolak politik jelang tumbangnya rezim orde baru dan beberapa waktu setelah itu. Saat ini, umumnya sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan tengah mengalami fase transisi, dalam proses pencarian jati diri. Mereka adalah subjek-subjek yang membutuhkan sebanyak-banyaknya informasi dan pengetahuan yang sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa.Di samping itu, keterbukaan informasi lewat perkembangan dunia digital yang terus mengalami inovasi dan pemuktahiran, kebebasan berpendapat dan berserikat yang dijamin dan dilindungi oleh undang-undang, memberi ruang seluas-luasnya bagi penyebaran berbagai paham dan pemikiran. Bahkan yang secara nyata kontra terhadap Pancasila dan ide-ide nasionalisme. Ideologi transnasional disinyalir menjadi salah satu faktor utama lahirnya fenomena patologis tersebut.

Komentar

Loading...