Faisal Oddang Beber Kisah “Raymond Carver Terkubur Mi Instan di Iowa”

Rabu, 26 Juni 2019 - 19:43 WIB
Wawan Kurn & Faisal Oddang. (FOTO: ILHAM WASI/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penulis Faisal Oddang meluncurkan buku terbarunya dengan judul “Raymond Carver Terkubur Mi Instan di Iowa” di Makassar International Writers Festival (MIWF).

Di ruang Dewan Kesenian Makassar Fort Rotterdam, novel setebal 116 halaman itu didiskusikan, Rabu, 26 Juni. Hadir sebagai pembicara Faisal Oddang dan Wawan Kurn.

Wawan Kurn mendapat kesempatan awal untuk mengulas novel itu. Bagi Wawan yang juga penulis buku esai “Sepi Manusia Topeng” ini menyebutkan, ada rasa yang berbeda Faisal dalam menyajikan novelnya. Itu jika dibanding dengan buku sebelumnya.

Faisal memang dikenal sebagai penulis produktif. Buku novelnya seperti “Puya ke Puya” dengan latar Toraja. Sementara, “Tiba Sebelum Berangkat” banyak berkisah mengenai Bissu. Semua kental nuansa budaya lokal Sulsel. “Kelihatannya ada racikan berbeda. Gaya becerita novel ini lebih bebas dan santai,” ujar Wawan.

Dalam buku “Raymond Carver Terkubur Mi Instan di Iowa”, Wawan juga melihat, ada upaya Faisal merespons kenyataan yang sulit menbedakan fakta dan hoaks. “Yang kadang kita sulit membedakannya,” ungkapnya.

Faisal Oddang sendiri banyak berbicara soal proses lahirnya buku tersebut. Buku yang terbit saat ini merupakan naskah kedua. Faisal punya naskah pertama. Namun, sebelum sampai ke tangan editor, Faisal merasa naskah itu jelek, kemudian dihapus dan ia menuliskannya kembali.

Mengapa Faisal menghapus teks pertama? Baginya, teks pertama porsi biografi Raymond Carver lebih banyak. Tetapi, unsur fiksinya kurang. Faisal pun memutuskan untuk menuliskan ulang. Itu untuk menciptakan plot yang menarik.

Faisal butuh empat hari untuk menulis kembali teks kedua. Tetapi, teks pertama dikerja tiga-empat bulan. Cukup singkat, kata Faisal, melahirkan Novel yang terinspirasi penulis Raymond Carver -seorang cerpenis Amerika itu. Namun, jauh sebelum novel itu lahir, Faisal sudah membaca karya-karya Raymond Carver.

Novel itu ditulis saat Faisal mengikuti International Writing Program 2018 di Lowa City (Amerika Serikat). Inspirasi menulis novel itu makin kuat ketika dia melihat peristiwa pembunuhan yang tak jauh dari lokasinya menginap. Dan Carver juga hidup di Iowa.

“Ini berawal saat saya melihat pembunuhan tak jauh dari tempat saya menginap. Dan setting Iowa, bisa dikatakan karier Raymond Carver adalah titik berangkat dia menjadi penulis. Makanya dia dikatakan sebagai bapak Cerpenis Amerika,” ujarnya.

Lalu, bagaimana alur sehingga Raymond Carver benar-benar terkubur mi instan di Iowa, temukan kisahnya di novel itu. (ham/sam)