Galian Bekas Tambang Menelan Korban, Mafia Tambang Ilegal Menghilang

FAJAR.CO.ID,SAMARINDA--Seolah tak bisa tersentuh, mafia tambang batu bara ilegal terus saja mengeruk keuntungan tanpa mempedulikan dampak lingkungan serta nyawa masyarakat di sekitarnya.

Seperti halnya lubang bekas galian tambang batu bara maut yang menelan korban jiwa seorang bocah 10 tahun, Ahmad Setiawan, warga Jalan Pangeran Suryanata, Gang Saka RT 16, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu.

Ironisnya, di sebelah lubang maut yang jaraknya kurang dari 20 meter terdapat hamparan emas hitam baru yang belum lama dikupas. Hamparan batu bara itu berada di kaki bukit yang sudah digali dan telah membentuk kolam tambang baru.

Singkapan batu bara dengan ketinggian 3 meter itu memang dalam keadaan baru ditambang. Di dekatnya terdapat bekas roda ekskavator yang dipastikan baru saja meninggalkan lokasi tersebut lantaran adanya peristiwa bocah tewas di lubang tambang dekat dengan galian baru itu.

Pengupasan baru itu dibenarkan Salim (55), kakek Ahmad. Tokoh masyarakat itu menyebutkan galian baru tersebut dikerjakan sekitar 10 hari yang lalu. "Baru 10 hari itu dikerjakan. Yang mengerjakan juga warga di sini," kata Salim.

Warga yang dia maksud yakni berinisial AI dan AM. Kegiatan penambangan liar yang baru dilakukan itu bahkan diketahui Ketua RT 16, Mansyur yang mendadak jarang berada di rumah pasca peristiwa tewas tenggelamnya Ahmad.

"Saya tahu mereka yang kerja (AI dan AM), tapi saya tidak tahu siapa yang menyuruh," ujar Salim yang kesal karena akibat penambangan ilegal itu cucu satu-satunya Salim, yang merupakan anak tunggal pasangan Rubiyanto (48) dan Farida (27).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...