Rumah Dinas DPRD Jadi Tempat Mesum, Satpol PP Temukan Bra Ditinggalkan Pemiliknya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,TENGGARONG–Rumah dinas DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) di Jalan Pahlawan, Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, belum juga difungsikan. Padahal, dibangun sejak 2004 dan proyeknya selesai 2008 silam, sampai kini Bangunan permanen itu justru kini dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab untuk sebagai tempat berbuat mesum.

Buktinya patroli petugas Satpol PP Kukar pada Minggu (24/6) malam, menemukan beberapa lembar pakaian dalam wanita berupa beha alias bra beraneka corak dan warna serta ukurannya. Diduga pakaian dalam wanita itu tertinggal lantaran pemiliknya bergegas pergi dari bangunan yang sedianya bagi para wakil rakyat Kukar.

“Sejumlah petugas kami kerahkan ke lokasi itu (perumahan dinas DPRD Kukar, Red), karena adanya laporan warga. Selain banyak ditemukan BH, kondisi bangunan rumah Dewan di Bukit Biru tersebut sebagian besar sudah rusak parah. Banyak lemari dapur hilang. Begitu pula daun pintu maupun jendela,” jelas Kepala Satpol PP Kukar Fida Hurasani didampingi Kasi Ops, Tri Joko Kuncoro kepada harian ini.

Ketika berpatroli ke lokasi perumahan terletak di Bukit Biru Tenggarong itu, petugas Satpol PP tidak menemukan siapa-siapa. Namun begitu masuk ke sejumlah bangunan, justru menemukan lembaran-lembaran pakaian dalam wanita berupa bra. Akhirnya, setelah dikumpulkan, lembaran BH bekas itu lalu dibakar petugas.

“Tadi ‘barang bukti’ itu (bra alias BH, Red) langsung dibakar,” tegas Koko, demikian Kasi Ops Satpol PP Kukar ini akrab disapa.

Kondisi perumahan dinas yang dibangun untuk para anggota DPRD Kukar tersebut, tentu saja membuat masyarakat prihatin. Mengingat tidak sedikit uang negara digunakan, mencapai sebesar Rp 60 miliar untuk mendirikan rumah sebanyak 64 unit. Entah apa sebabnya, sejak 2008 sampai 2019 ini pun, bangunan tersebut tidak juga difungsikan.

“Sangat disayangkan, kenapa Pemkab Kukar mengeluarkan dana mencapai Rp 60 miliar untuk membangun perumaha Dewan tersebut? Jika ujung-ujungnya tidak bermanfaat. Apalagi sekarang semua bangunan di sana kondisinya sudah rusak parah. Pastinya diperlukan lagi anggaran miliaran Rupiah untuk membenahi. Itu kan hanya pemborosan? Sayang sekali. Sementara katanya Kukar sekarang kesulitan anggaran untuk pembangunan,” ucap Wardi, seorang warga Kota Raja. (prokal)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...