Saksi Ungkap Sekjen Kemenag Mengeluh Ada Intervensi dari Menag Lukman

Rabu, 26 Juni 2019 - 13:50 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Sidang perkara dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) atas nama terdakwa Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi kembali digelar. Dalam sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut, salah satu saksi yang dihadirkan, Khasan Effendy, menyebut adanya dugaan intervensi jual beli jabatan yang dilakukan Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin.

Keterangan tersebut didapat Anggota Panitia Seleksi (Pansel) jabatan tinggi di Kemenag ini dari keluhan yang disampaikan Sekjen Kemenang, Nur Kholis Setiawan.

“Sekjen mengeluh, ada keinginan pimpinan tapi namanya tidak disebut,” ujar Khasan di ruang sidang PN Tipikor, Jakarta, Rabu (26/6).

Dalam keterangannya, Khasan mengatakan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin diduga melakukan intervensi untuk jabatan-jabatan di lingkungan Kemenag. Misalnya meloloskan nama dalam proses seleksi.

“Misalnya bilang nama ini yang masuk, nama ini tidak. Ada permintaan nama ini ada, itu keinginan pimpinan,” katanya.

Meski demikian, Khasan tidak menyebut nama siapa yang dititip oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Karena saat Sekjen Kemenag Nur Kholis mengungkapkan keluh kesah kepadanya tidak memberkan nama.

“Jadi keluh kesahnya pas menjelang rapat pleno. Sekjen bicara ada kepentingan pimpinan, menyebut namanya tidak vulgar,” ungkapnya.

Dalam sidang lanjutan tersebut, seharusnya dilakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Namun, Khofifah kembali tidak menghadiri panggilan dari JPU KPK.

Jaksa penuntut umum dari KPK, Wawan Yunarwanto, mengatakan Khofifah berhalangan hadir ke Sidang Tipikor ini karena sedang mengurusi pernikahan sang anak. Sehingga memberikan surat ketidakhadiran.

“Tidak hadir karena ada prosesi pernikahan anaknya,” kata Wawan.

Sementara ‎saksi yang hadir adalah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang juga tersangka suap jual beli jabatan. Serta, Kiai Asep Saifuddin Chalim, Hasan Effendi, Zuhri, S Kusprimurdono, dan Mukmin Timoro.

Dalam perkara ini, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil)‎ Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Haris Hasanuddin didakwa oleh Jaksa penuntut umum pada KPK telah menyuap anggota DPR yang juga mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy.

Selain Romahurmuziy, Haris H‎asanuddin juga didakwa menyuap Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin. Haris didakwa menyuap Romahurmuziy dan Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp325 juta untuk mendapatkan jabatan atau posisi sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

Saat Sidang Putusan Sengketa Pilpres, Ini yang Dilakukan Prabowo

Ganda Putra Berharap All Indonesian Final

Menurut Jaksa, Rommy sapaan akrab Romahurmuziy dan Lukman mempunyai peran melakukan intervensi terhadap proses pengangkatan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur.‎ Sehingga, Haris Hasanuddin bisa lolos dengan mudah menjadi Kakanwil Kemenag Jatim.

Atas perbuatannya, Haris Hasanuddin didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP. (jp)

One thought on “Saksi Ungkap Sekjen Kemenag Mengeluh Ada Intervensi dari Menag Lukman

Comments are closed.