Waspada! 8 Penyakit ini Rentan di Musim Kemarau

Rabu, 26 Juni 2019 - 08:59 WIB

FAJAR.CO.ID–Menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), sejak April lalu, Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Maka, jangan heran bila saat ini Anda akan merasakan hawa terik dan panas saat siang hari. Saat musim kemarau, udara juga akan menjadi lebih kering dan berdebu. Kondisi tersebut membuat beberapa penyakit lebih rentan menyerang Anda.

Dengan kondisi di atas, mau tak mau Anda harus menjaga daya tahan tubuh agar tidak jatuh sakit. Pasalnya, ada delapan penyakit yang rentan menyerang Anda pada saat musim kemarau. Apa sajakah itu?

1. Demam berdarah

Tak hanya saat musim hujan, demam berdarah juga berisiko muncul di musim kemarau. Ini karena nyamuk-nyamuk dewasa mulai berkembang.

“Saat musim hujan, banyak terjadi genangan. Saat itulah nyamuk-nyamuk ini berkembang biak. Nah, saat memasuki musim kemarau saat ini, nyamuk dewasa itu semakin banyak,” ujar dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

2. Ancaman dehidrasi

Saat musim kemarau di mana cuaca sangat panas, Anda juga akan lebih rentan mengalami dehidrasi. Karena itu, selalu cukupi kebutuhan air minimal 8 gelas sehari, terlebih bagi Anda yang lebih banyak beraktivitas di luar ruangan.

3. Dermatitis atopik

Dermatitis atopik adalah penyakit kulit kronis yang membuat kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah. Biasanya, kondisi ini disebut juga sebagai penyakit eksim.

“Musim kemarau itu cuacanya sedang kering. Bagi beberapa orang, kondisi itu bisa memicu gangguan kulit seperti dermatitis atopik,” ujar dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Cuaca panas juga bisa membuat kulit Anda alergi. Sebab, cuaca panas membuat kulit kering dan membuat lapisan kulit menipis. Pada akhirnya, kuman mudah masuk dan membuat Anda alergi.

4. Diare

Diare sering menyerang di musim hujan dan kemarau. Berkurangnya pasokan air bersih di beberapa tempat, bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk dalam proses pencucian makanan dan peralatan makan. Akibatnya, kondisi makanan dan peralatan makan yang kotor berpotensi menyebabkan diare.

“Selain itu, kondisi musim kemarau membuat makanan lebih mudah terkontaminasi oleh udara yang berdebu. Kondisi hidangan yang kurang higienis itu berisiko menimbulkan diare,” ujar dr. Andika Widyatama dari KlikDokter.

5. Tifus

“Tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii. Penyakit ini sering ditularkan melalui konsumsi makanan yang tercemar bakteri Salmonella,” kata dr. Andika.

Pencemaran makanan dapat terjadi akibat ada binatang seperti lalat yang hinggap di makanan. Lalat tersebut sangat mungkin membawa bakteri Salmonella saat hinggap di makanan, jika sebelumnya menempel di feses.

6. Heatsroke

Heatstroke sangat mungkin terjadi saat musim kemarau di mana cuaca sangat panas. Ini merupakan kondisi kegawatdaruratan yang terjadi ketika suhu tubuh terlalu panas akibat paparan suhu panas di luar tubuh dalam jangka waktu yang lama. Suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat Celsius.

“Kondisi ini harus segera mendapat pertolongan medis karena dapat dengan cepat merusak fungsi berbagai organ dalam tubuh, seperti otak, jantung, ginjal, dan organ vital lainnya hingga mengancam jiwa,” ucap dr. Andika.

7. Infeksi saluran pernapasan atas

Musim kemarau identik dengan udara menjadi lebih berdebu. Debu-debu yang bertebaran di udara berpotensi mengiritasi saluran pernapasan. Dalam kondisi demikian, Anda menjadi lebih rentan mengalami infeksi saluran pernapasan atas.

8. Mata kering

Mata kering atau dry eyes bisa terjadi ketika udara sangat kering. Udara yang kering saat musim kemarau dapat meningkatkan penguapan air mata. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah dry eyes.

“Gejala-gejala dry eyes biasanya dirasakan pada kedua mata, yang meliputi perih, sensasi terbakar, dan gatal di mata. Adapun yang dirasakan seperti mata memerah, mata mengganjal, mata belekan, sensitif terhadap cahaya, pandangan kabur, dan air mata keluar terus-menerus,” kata dr. Andika.

Itulah beberapa penyakit yang rentan berjangkit di musim kemarau. Untuk menghindarinya, jaga selalu daya tahan tubuh Anda agar tetap prima. Caranya, selalu konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta cukup tidur. Selanjutnya, pastikan Anda mencukupi kebutuhan minum air putih setidaknya 8 gelas sehari. (jpnn)