Abdullah Hehamahua: Kita Berusaha Ketuk Pintu Langit

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Massa aksi kawal Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memadati area Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (27/6) siang. Mereka sudah mulai melakukan orasi dari atas mobil komando di depan kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

Terlihat sejumlah massa berpakaian putih membawa puluhan bendera merah putih. Mereka mengibarkan bendera kebesaran Indonesia itu menggunakan sebatang bambu. Adapula yang membawa sejumlah spanduk. Seperti kelompok Arek Suroboyo yang membawa spanduk bertuliskan ‘Kecurangan bagian dari demokrasi? Matamu picek’.

Dalam aksi ini, koordinator massa, Abdullah Hehamahua dalam orasinya sempat menyinggung status cawapres nomor urut 01, Ma’ruf Amin yang menjabat sebagai Dewan Pengawas BNI Syariah dan Mandiri Syariah. Bagi dia, dua Bank tersebut merupakan perusahaan di bawah BUMN. Sehingga dinilai telah melakukan pelanggaran dan layak didiskualifikasi.

“Cawapres 01 diketahui menjabat di perusahaan anak BUMN. Ada orang sudah menerima mendali didiskualifikasi karena melakukan kecurangan,” ujar Abdullah di Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta, Kamis (27/6).

Abdullah menyampaikan tidak ada yang mustahil. Dia percaya Hakim MK mau mendengar aspirasi masyarakat untuk mendiskualifikasi pasangan 01. “Tidak ada yang mustahil bagi Allah, sehingga apa yang diputuskan maka bisa saja keluar dari mulutnya kemenangan untuk orang yang jujur, adil, istikamah. Takbir!,” pekiknya.

“Allahu akbar,” jawab massa.

“Kita ingatkan kepada Ketua MK ketika sumpah pelantikan beliau mengatakan MK tidak takut pada siapapun hanya kepada Allah. Putusan hari ini dipertanggungjawabkan sampai akhirat, maka jangan sampai menyesal kemudian,” ucap lagi Abdullah.

Unggah Foto Palu Arit, Siswa SMA Ngaku Lucu-lucuan

Marquez Ngaku Sulit Taklukkan Sirkuit Assen

Gadis 20 Tahun Diperkosa Ramai-ramai, Kemaluan Ditusuk Obeng

Di sisi lain, mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menegaskan, aksi massa kali ini merupakan aksi damai. Oleh sebab itu, massa yang datang diminta mendengar intruksi mobil komando agar tidak terprovokasi oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

“Kita akan bubar dengan tertib, kita akan dengarkan komanda dari ulama. Setuju?,” kata Abdullah.

“Kita tidak akan banyak orasi setelah salat dzuhur, karena kita akan berusaha mengetuk pintu langit,” tutupnya.

Aksi kali ini diikuti oleh sejumlah massa dari berbagai ormas. Diantaranya Persaudaraan Alumni 212, Relawan Pascal ITS, Alumni ITB, Alumni Universitas Indonesia, Front Pembela Islam (FPI), Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) dan beberapa ormas lainnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar