Alasan Orator Aksi Larang Massa Beli Makanan dari PKL

Kamis, 27 Juni 2019 - 12:54 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Orator aksi massa kawal sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Abdullah Hehamahua mengingatkan massa tidak membeli makanan atau minuman yang dijual pedagang kaki lima. Begitu pula tidak menerima makanan dari orang yang tidak dikenal.

“Kepada aksi massa kalau dikasih makanan dan minuman oleh orang tidak dikenal jangan diterima. Jangan juga membeli makanan atau minuman dari pedagang yang ada di sekitar sini,” kata Abdullah dari atas mobil komando di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (27/6).

Hal ini dikatakan Abdullah karena dia mendengar sudah ada satu orang peserta aksi yang keracunan karena menerima makanan atau minuman dari orang tak dikenal. Oleh karena itu, kepada massa yang membutuhkan makanan atau minuman bisa mencari koordinator aksi. “Nanti makanan dan minuman kita sediakan. Nanti ada,” jelasnya.

Diketahui, massa sudah memadati area Patung Kuda Arjuna Wiwaha Jalan Medan Merdeka Barat. Mereka sudah mulai melakukan orasi dari atas mobil komando yang berada di depan kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

Empat mobil anti huru-hara disiagakan di sekitar lokasi aksi, tepatnya di depan Gedung Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Empat mobil ini membentangkan dibalik pagar pembatas yang menutup seluruh Jalan Medan Merdeka Barat.

Empat mobil juga dilengkapi water cannon yang siap digunakan jika kondisi massa unjuk rasa dinilai tak kondusif. Hingga saat ini, massa terus berdatangan di Jalan Medan Merdeka Barat.

Abdullah Hehamahua: Kita Berusaha Ketuk Pintu Langit

Marquez Ngaku Sulit Taklukkan Sirkuit Assen

Romi Akui Rekomendasi Haris Jadi Kakanwil untuk Amankan Suara PPP

Massa yang semula di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha alias Patung Kuda Indosat mulai pindah ke jalan Medan Merdeka Barat. Mobil komando mengarahkan massa untuk mendekati gedung Mahkamah Konstitusi.

“Ayo semuanya buat barisan dan mari kita jalan mengarah ke MK,” kata salah satu orator dari atas mobil komando di lokasi, Kamis 27 Juni 2019.

Namun, upaya mereka lagi-lagi terhalang pembatas yang telah dibuat aparat. Alhasil, di sana mereka duduk-duduk sambil mendengar orasi dari mobil komando.

Aksi kali ini diikuti oleh sejumlah massa dari berbagai ormas. Diantaranya Persaudaraan Alumni 212, Relawan Pascal ITS, Alumni ITB, Alumni Universitas Indonesia, Front Pembela Islam (FPI), Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) dan beberapa ormas lainnya. (jp)