Berdiri Setahun Lalu, Polda Kaltara Sudah Amankan 124,6 Kg Sabu-sabu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,TARAKAN–Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) setiap tahunnya diperingati pada 26 Juli. Peringatan ini tentunya sebagai upaya pencegahan penyalagunaan narkotika di masyarakat.

Kaltara sendiri menjadi pintu masuk narkotika golongan satu jenis sabu dari negeri jiran. Gempuran barang haram tersebut terus terjadi. Dengan memanfaatkan jalur ‘tikus’ di sepanjang garis perbatasan.

Dir Resnarkoba Polda Kaltara, Kombes Pol Adi Affandi menyampaikan, walaupun dengan jumlah personel yang minim tetapi tak menghalangi untuk berkerja dengan maksimal.

Dijelaskan, masifnya serangan narkotika masuk melalui Kaltara dibuktikan dengan jumlah barang bukti yang diamankan dua tahun terakhir. Sejak 2018 lalu hingga saat ini, pelaku yang diamankan mulai dari kurir hingga pemesan sabu sebanyak 705 orang. Sementara, jumlah barang bukti sebanyak 124,6 kg.

“Selain dari polda juga jajaran polres menunjukkan jumlah barang bukti begitu banyak. Untuk menghentikan ini sinergitas seluruh pihak terkait dan masyarakat dibutuhkan. Dengan memberikan informasi adanya aktivitas peredaran sabu,” harapnya.

Dari jumlah barang bukti yang diamankan, jika estimasi 1 gram digunakan lima orang maka dengan pengungkapan barang bukti 124,6 kg sabu ini telah menyelamatkan 6.230.000 jiwa. Tentunya hal ini menjadi ancaman bagi generasi muda.

“Bayangkan saja dengan jumlah tersebut dikonsumsi generasi muda kita,” kisahnya.

Selain itu, langkah para pelaku terus untuk mengedarkan narkotika ditempuh dengan berbagai cara. Baru-baru ini, terungkap modus yang digunakan pelaku. Melalui bandar yang berada di Malaysia dengan mudah memberikan sabu. Walaupun dengan jumlah besar tanpa harus menerima bayaran terlebih dahulu. Itu diperparah dengan jaringan kecil yang dapat langsung memesan ke bandar.

“Sebelumnya mendapatkan barang dengan memesan melalui orang ke dua. Kini dapat memesan secara langsung ke bandar. Karena, bandar yang berada di Malaysia jika sudah kenal, tidak perlu dibayar cash. Barangnya dibawa dulu nanti dibayar belakangan,” pungkasnya. (prokal)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...