Berkelit Lecehkan Balita, Malah Ngaku Pernah “Main” dengan Nenek

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,SAMARINDA–Salahudin Sulaiman (37) terus berkelit telah melecehkan seorang balita, sebut saja Mimi (bukan nama sebenarnya), di kediamannya, Jalan KH Mas Mansyur, Loa Bakung, Sungai Kunjang.

“Saya enggak pernah berbuat seperti yang dilaporkan,” ucap Salahudin Sulaiman (37) di Polresta Samarinda, kemarin (25/6).

Menurut laporan keluarga Mimi, tindakan tak senonoh pelaku terjadi siang hari. “Neneknya ingin kasih makan, tapi dicari kok enggak ada,” ujar Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono.

Tahu Mimi tak di rumah, sang nenek mencari ke rumah tetangga. Mimi biasa bermain di sana. Termasuk kediaman Salahudin. “Nah, di sana neneknya kaget saat intip dari jendela, pelaku sedang berbuat asusila ke cucunya,” sambungnya.

Sudarsono menegaskan, pelecehan yang dimaksud bukan hubungan badan. “Tapi masih terkait (maaf) kemaluan korban,” jelas eks kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda tersebut.

Melihat kejadian itu, sang nenek menggedor pintu rumah pelaku. Sempat menerobos masuk ke rumah tersebut. “Berdasarkan laporan, leher si nenek sempat dicekik, tubuhnya juga didorong. Dipaksa agar tidak bercerita dengan tetangganya,” tegas Sudarsono. Sementara adu mulut antara dengan nenek korban dan pelaku terjadi, Mimi merapikan pakaiannya.

“Korban dibuat tak berdaya karena diberi tontonan lewat YouTube,” tegasnya. Sementara dari pengakuan Salahudin, dia membantah semua. “Tak pernah berbuat seperti yang disangkakan kepadanya,” jelas pelaku.

Anehnya, hubungan terlarang, diakui pelaku bukan dengan Mimi, melainkan dengan sang nenek. “Saya pernah mandi diintip, karena rumah kami berimpitan,” ujarnya. Selain itu, hubungan badan juga pernah dilakukan. “Neneknya sekitar 50-an usianya,” tegas pelaku. Hal itu diakui pelaku lantaran dirinya merasa, laporan korban hanya akal-akalan belaka.

“Semuanya dibuktikan dengan VER (visum et repertum),” jelas Sudarsono. Terkait cerita Salahudin yang menyebut semua laporan korban hanya skenario, dianggap sebagai dalih untuk lepas dari jerat hukum. (*/dra/ndy/prokal)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...