Jafar Sodding : Dukung “Hak Angket” Bentuk Pengawasan Saya!

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi PKS, Jafar Sodding (JS), menanggapi pencabutan tugasnya dari beberapa alat kelengkapan dewan (AKS) oleh Fraksi PKS pasca dukungannya pada hak angket.

Jafar Sodding menjadi satu-satunya anggota fraksi PKS yang mendukung hak angket. Sebelumnya ketua Fraksi PKS, Ariady Arsal, telah mengeluarkan arahan agar anggota Fraksi PKS tidak mendukung hak angket.

Menurut Jafar Sodding, dukungannya pada hak angket adalah bentuk tanggungjawabnya sebagai perwakilan masyarakat. Mantan calon wakil wali kota Makassar ini memandang bahwa penyelenggaraan pemerintahan saat ini sedang ada masalah dan fungsinya sebagai anggota DPRD untuk melakukan kontrol dan pengawasan terhadap pelaksanaan pemerintahan daerah.

Mantan Ketua PKS Makassar ini juga menyampaikan bahwa hak angket ini adalah alternatif terakhir yang ditempuh sebagai partisipasi dalam upaya perbaikan penyelenggaraan pemerintahan di Sulsel. Upaya komunikasi telah beberapa kali dilakukan tetapi selalu menemui jalan buntu.

Jafar Sodding menyatakan bahwa ia menggunakan hak konstitusionalnya sebagaimana telah digariskan oleh Undang-undang sebagai fungsi pengawasan. Ia juga siap menerima konsekuensi atas keputusan yang ia ambil. Jafar Sodding juga menyayangkan kebiasaan PKS menghakimi anggotanya tanpa ada penjelasan atau klarifikasi sebelumnya.

Berikut pernyataan Jafar Sodding yang dia kirim via pesan WhastApp kepada pada awak media, seputar dukungannya kepada Hak Angket tersebut:

DPRD adalah lembaga perwakilan, setiap anggotanya adalah representasi dari partai tapi jangan lupa bahwa ia mewakili konstituennya tentu jumlahnya yang tidak sedikit. Jadi keberadaan kita di DPRD ada hak dan bewajiban, ada tugas dan tanggung jawab tidak boleh berbuat seenaknya tanpa memperhatikan hak-hak masyarakat yang kita wakili.

Terkait dengan hak angket itu melekat sebagai hak individu pada setiap aleg sebagai instrumen yang digunakan untuk melakukan kontrol, pengawasan pada pelaksanaan pemerintahan daerah. Inilah yang di manfaatkan oleh sebagian besar anggota DPRD sekarang ini setelah melalui diskusi dan kajian yang panjang dengan berbagai kalangan termasuk sejumlah pakar dan pengamat. Bahwa penyelenggaraan pemerintahan sekarang ini sedang ada masalah sebagaimana yang sudah banyak diberitakan, sementara lewat komunikasi menemui jalan buntu.

Jadi hak angket itu merupakan alternatif jalan terakhir untuk turut berpartisipasi dalam upaya perbaikan penyelenggaraan pemerintahan di Sulsel ini.
Kalau yang terjadi dengan saya adalah bagian rasa tanggung jawab pada konstituen, ada hak konstitusional yang diatur oleh UU, sehingga saya turut serta dalam mengusul hak angket walau resiko menanti, itu hak partai disisi lain, kan nantinya dalam pansus akan diuji apakah kepentingan orang banyak yang diperjuangkan atau sebaliknya, hasilnya bisa dinilai oleh masyarakat.

Niat saya dari awal menggunakan hak konstitusional yang digariskan oleh UU sebagai fungsi pengawasan agar dapat turut serta berkontribusi dalam upaya perbaikan penyelenggaraan pemerintahan, kalau itu dianggap salah oleh fraksi ya silahkan itu hak mereka dan saya terima sebagai sebuah konsekuensi.
Tapi ini jadi kebiasaan buruk PKS yang menghakimi anggotanya tanpa ada penjelasan atau klarifikasi masalah yang sesungguhnya.

Diganti sebagai anggota bapemperda dan anggota badan kehormatan, bahkan di bebastugaskan dari pansus manapun itu saya terima, walau sudah tidak mencerminkan lagi rasa keadilan, karena lima pansus yang bersamaan ini pasti rapat-rapatnya serta kegiatan lainnya biasanya dilaksanakan pada waktu yang bersamaan sementara tidak mungkin oleh satu orang melaksanakan dua kegiatan yang berbeda dalam waktu yang bersamaan, sehingga pasti ada amanah yang terabaikan.

Bahkan konsistensi ketua fraksi juga patut dipertanyakan karena membuat surat penolakan tapi dia sendiri mengutus dirinya jadi anggota pansus.
Seandainya saya di keluarkan dari fraksi sekalipun saya juga siap menerimanya. (rls-nur)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...