MA Tolak Gugatan Prabowo-Sandiaga, Ini Respons PKS

Kamis, 27 Juni 2019 - 13:23 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) RI menolak permohonan Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, yang menggugat putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Duduk perkaranya adalah putusan Bawaslu yang menyatakan laporan dugaan pelanggaran administratif Pemilu secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) yang dilaporkan BPN tidak dapat diterima.

“Mengadili, menyatakan permohonan pelanggaran administrasi pemilu yang diajukan Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso dan Ahmad Hanafi tidak dapat diterima,” demikian bunyi putusan MA yang diputuskan dalam rapat permusyawaratan MA pada Rabu (26/6).

Merespons putusan MA tersebut, Wakil Ketua BPN Prabowo – Sandi, Mardani Ali Sera meyakini dan optimistis putusan tersebut tidak akan mempengaruhi putusan akhir Mahkamah Konsitusi (MK) terhadap sengketa Pilpres 2019.

BPN Prabowo-Sandi Habis Miliaran untuk Fotokopi Berkas

Mahfud MD: Hakim Sekalipun Bisa Dipenjarakan

Din Syamsuddin Bilang Pernyataan Moeldoko Mengerikan

“Saya percaya putusan MA tidak mempengaruhi putusan akhir MK, semoga hasil tersebut paling adil dan terbaik untuk bangsa Indonesia,” kata Mardani, Kamis (27/6).

Sebelumnya, Lembaga MA melalui kabiro Humasnya, Abdullah menjelaskan bahwa lembaganya menolak gugatan BPN atas putusan Bawaslu RI. MA berasalan tidak menerima gugatan tersebut karena objek gugatan bukanlah pelanggaran administrasi pemilu (PAP).

Mardani pun berharap lembaga MK benar-benar memutuskan putusan yang seadil adilnya, “Saya masih percaya lembaga peradilan di Indonesia salah satunya MK memegang teguh prinsip keadilan dan kebenaran,” ujar ketua DPP PKS ini.

Pihaknya juga masih percaya para hakim MK akan bersikap sebagai negarawan, sehinigga memutuskan sengketa Pilpres sesuai data dan fakta persidangan. (jpnn)