Masrur : Pendakwah Harus Miliki Kompetensi di Luar Kecakapannya

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Masjid Muballig Indonesia Muttahidah (DPP IMMIM) menggelar Diskusi Mubalig IMMIM dirangkaikan Halal bi Halal Kamis 27 Juni. Diskusi digelar di Gedung Islamic Centre IMMIM Jalan Jenderal Sudirman Makassar dan dihadiri seratusan peserta.

Hadir selaku pemateri dalam diskusi yaitu Pengantar diskusi dari pihak DPP IMMIM, Ridwan Abdullah, Perwakilan DPP IMMIM, Kamaluddin Abu Nawas, Dewan Pembina DPP IMMIM, AGH. Muhammad Ahmad, Ketua MUI Provinsi Bali yang juga Owner Wong Solo Makassar, Masrur Makmur La Tanro, Guru Besar UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhannis serta bertindak selaku Moderator, Sekretaris Umum DPP IMMIM, Ishaq Samad. Adapun tema yang diangkat dalam diskusi yakni "Urgensi Tema Khutbah dan Perubahan Masyarakat".

Ridwan Abdullah yang bertindak sebagai pengantar diskusi mengatakan, tantangan Mubalig atau Dai di zaman ini bukan hanya sekadar pada menyampaikan amar maruf nahi munkar, tapi lebih dari itu.  Dai atau Muballig, kata dia, harus memiliki pemahaman yang mendalam. "Bukan hanya menganggap bahwa dakwah itu dilakukan dalam frame amar maruf nahi munkar," papar Ridwan.

Ridwan dalam kesempatan itu mencontohkan salah satu muballig yang ikut serta dalam mensejaterahkan ummat yakni Ketua MUI Provinsi Bali yang juga owner Rumah Makan Wong Solo, Masrur Makmur La Tanro. Menurutnya, Masrur selain sukses sebagai pendakwah atau Muballig juga ikut serta dalam menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus membuat rumah makan yang halal dan thayyiban,  menjadi pilihan ummat Islam.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...