Mereka yang Resah Terhadap Minat Baca Anak Pesisir

Kamis, 27 Juni 2019 09:00

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Di Taman Baca Makassar International Writers Festival (MIWF) di Fort Rotterdam, dua penggerak literasi, Ridwan Alimuddin dan Rahmat membagi cerita perjalanannya dalam kerja-kerja literasi, Rabu, 26 Juni.Muh Ridwan Alimuddin berasal dari Polman, Sulbar. Sementara, Rahmat dari Pangkep. Kedua punya metode dalam menumbuhkan minat baca anak-anak pesisir.Ridwan lewat Perahu Pustaka dan membuat perpustakaan sendiri di kampungnya, Desa Pambusuang, Polman. Nusa Pustaka namanya.Ridwan memulai membuat perahu Pustaka Patingaloang itu dengan menggunakan perahu tradisional Mandar jenis baqgo. Dibuat di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, Sabtu, 25 April 2015. Perahu itu diluncurkan Makassar International Writers Festival (MIWF) pada Juni 2015. Saat ini, ikut kembali ke MIWF. “Kami sudah Sudah punya 10 ribu koleksi buku,” ujarnya.Buku-buku itulah yang dibaca untuk anak-anak pesisir dan di kampung halaman Ridwan. Buku-buku itu juga dipakai untuk mahasiswa, peneliti yang melakukan penelitian.Sementara Rahmat dengan The Floating School. Gerakan menyasar anak di pulau-pulau di Pangkep. Anak-anak juga diajarkan menulis dan diberikan pendidikan. Materi yang diberikan tak jauh beda konteks dan keperluan anak-anak pesisir.

Bagikan berita ini:
5
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar