MIWF Kampanyekan Literasi Pemanfaatan Sampah


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Makassar International Writers Festival (MIWF) memasuki tahun ke-9. Berbeda dengan tahun sebelumnya, konsep Zero Waste atau literasi pemanfaatan sampah dikenalkan tahun ini.Memasuki Fort Roterdam, lokasi MIWF, terlihat tertata rapi. Di beberapa spot disediakan tempat sampah. Bukan hanya itu, sampah botol plastik pun tampak dipakai sebagai ornamen untuk artistik panggung.Zero Waste Team MIWF 2019, Ahmad Yusran menyampaikan, konsep Zero Waste merupakan literasi tentang pemanfaatan sampah untuk kehidupan sehari-hari.“Literasi bukan hanya tentang menulis atau membaca. Akan tetapi juga kerja nyata berdampak bagi lingkungan yakni dengan pemanfaatan sampah,” ungkap Yusran.Yusran menyatakan konsep Zero Waste memanfaatkan limbah plastik yang sulit terutai tidak hanya berakhir menjadi sampah. Namun berupaya membuat plastik dikelola dengan baik menjadi Ecobrick(botol plastik itu diisi padat dengan limbah non-biological).“Ecobrick biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furniture seperti tempat duduk,” jelasnya.Momentum MWIF 2019 ini, lanjutnya, tepat karena banyak orang yang datang. Jadi menjadi kampaye yang efektif. “Tetapi lebih jauh kami ingin menunjukkan bahwa sampah harus dijaga untuk menyelamatkan bumi,” tegasnya.Direktur MIWF, Lily Yulianti Farid, menambahkan MIWF 2019 mengusung konsep Zero Waste Festival sebagai bentuk kampanye melarang penggunaan plastik sekali pakai. Komitmen ramah lingkungan ini dimulai oleh para relawan dan tim kerja yang wajib membawa botol air minum isi ulang. “Kami juga membentuk tim Zero Waste yang akan bertugas selama festival,” paparnya.

Komentar

Loading...