Pengamat: Perang Tarif Ojol Harus Segera Dihentikan

Kamis, 27 Juni 2019 21:14

Jika perang tarif dibiarkan, lanjut Gunawan, kondisi ini justru menguntungkan aplikator yang memiliki modal besar, karena mampu membakar uang dalam jumlah besar. Sedangkan, usaha transportasi lain hanya mengikuti apa yang dilakukan perusahaan besar.Akibatnya, lanjut dia, akan menjadikan pasar tidak terkendali. Gunawan menyarankan agar Ojol membentuk asosiasi yang menaungi kepentingan bersama. Dia khawatir nasib ojek online ke depan hanya muncul satu aplikator dominan.“Ini sebelumnya sudah saya kuatirkan. Jadi sesame pebisnis Ojol sebaiknya bertemu, membahas keberlangsungan bisnis mereka. Dan Kemenhub bantu mediasi. Jika tidak dilaksanakan, nanti ujung-ujungnya, praktek di lapangan bentuknya monopoli atau oligopoly,” pungkas Gunawan.Gunawan berharap Kemenhub segera mengeluarkan kebijakan yang fair. Kebijakan yang tidak memberatkan satu pihak saja, tapi mengarah kepada keberlangsungan hidup industri dalam jangka panjang.Sebelumnya diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pernah membahas secara intensif bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dengan diskon. Diskon ini lebih kepada perang tarif yang dilakukan antara Grab dan Gojek.

Bagikan berita ini:
7
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar