Perampok Asal Rusia Gunakan Senjata Rampasan Milik Anggota Brimob Rampok Money Changer Pengusaha Asal Sulsel

Kamis, 27 Juni 2019 - 12:55 WIB

FAJAR.CO.ID,BALI–Polisi terus mendalami kasus perampokan oleh sekelompok warga negara Rusia yang menggunakan senjata rampasan milik anggota Brimob. Jumat (21/6) lalu, polisi menggeledah mobil Avanza warna hitam nopol L 1304 QZ (plat palsu).

Mobil itu yang dilaporkan parkir selama tiga bulan di penginapan Kampung 168 Jalan Bandung Puri Gading, Jimbaran. Polisi mendapatkan sejumlah barang bukti. Temuan ini cocok dengan barang-barang yang digunakan pelaku perampokan.

Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan mengatakan, barang bukti yang ditemukan di antaranya senjata api SS1 milik anggota brimob, senjata tajam, rompi anti peluru, masker hingga gas semprot air mata.

Barang bukti tersebut disebut identik dengan milik kawanan perampok asal Rusia yang ditangkap pada Selasa (19/3) lalu di Kuta Selatan. Terlebih adanya kecocokan dari SS1 yang diuji balistik dengan magazin yang sebelumnya didapatkan di TKP BMC adalah sesuai.

Untuk diketahui sebelumnya tiga orang pelaku perampokan asal Rusia yang bernama Alexei Korrotkikh, 44, Georgii Zhukov, 40 dan Robert Haupt, 42 ditangkap di Jalan Raya Kampus UNUD, Jimbaran.

Polisi menembak mati otak pelaku, bernama Alexei. Penyelidikan pun berlanjut dengan menetapkan satu DPO dan mengamankan rekan perempuan pelaku yang bernama Naira.

“Kami langsung mendatangi mobil tersebut bersama-sama dengan Tim Identifikasi dari Polresta dan Polda Bali. Kami menemukan senjata api laras panjang jenis SS1 dengan nomor seri : 96.042133. Dari nomor seri tersebut kami melakukan uji laboratorium balistik di Mabes Polri Cabang Denpasar. Dan ternyata senjata api laras panjang ini identik sekali dengan senjata yang hilang atau diambil oleh warga negara asing saat itu. Yang kejadiannya di Ayana Resort and Spa di Jalan Karang Mas Jimbaran Kuta Selatan,” ungkapnya (25/6).

Money Changer Milik Pengusaha Asal Sulsel Dirampok Perampok Asal Rusia

Dari beberapa barang bukti yang diamankan, pihak kepolisian kemudian mencocokkan terhadap rekaman CCTV yang dikantonginya. Di mana barang bukti yang digunakan pelaku sama dengan di TKP Money Changer di Jalan Nakula Kuta, di antaranya jas yang digunakan pelaku, jamper, HT serta linggis yang sesuai.

Terlebih ada kecocokan mata pelaku Alexei (yang ditembak mati) berdasar rekaman CCTV dengan barang bukti topeng wajah dan wig yang ditemukan.“Dari hasil olah TKP di Nakula ini, akhirnya saat di TKP Money Changer BMC di Jalan Pratama ini bahwa barang bukti yang kami temukan jas, helm, linggis, sesuai,” ucapnya.

Sementara itu mobil Avanza tersebut usai ditelusuri merupakan mobil rental milik Made Merta dengan plat aslinya DK 1626 KJ. Kepada petugas pemilik mobil menyampaikan memang mobilnya disewa oleh pelaku.

Namun sejak mobil tersebut tidak terdeteksi keberadaannya, pemilik belum pernah melaporkan kehilangan mobil. Hingga akhirnya ditemukan oleh petugas.

“Mobil ini kan ada satu kami temukan. Mungkin masih ada lagi. Sementara kami masih melakukan penyelidikan dengan temannya yang lain. Ini pelaku yang lain kalau kami lihat ada satu lagi, warga negara asing. Masih satu atau dua orang lagi,” ungkapnya.

Di dalam mobil ditemukan sejumlah barang bukti. Salah satunya sebuah tas parasut warna hitam berisi satu pucuk senjata api laras panjang jenis SS1 warna silver. Senjata ini ditemukan di bawah tumpukan barang – barang di dalam mobil Toyota warna hitam itu.

Dia juga menyampaikan dari hasil uji balistik di Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Denpasar dengan menembakkan peluru bukti dengan 40 pembanding, tembakan tiga kali diakuinya masih bagus sekali. “Kalau ini senjata masih sangat bagus, efektivitas tembaknya masih bagus ini. Jadi kan masih kondisi prima,” ungkapnya.

Pelaku juga sempat memodifikasi SS1 ini dengan mengubah catnya, dari warna hitam menjadi silver. Lalu menamambahkan senter dan laser. “Dia sudah sempat modifikasi senjata itu,” tegasnya.

Sebelumnya untuk membuka isi mobil tersebut, petugas menghubungi tukang kunci. Hingga mobil dapat dibuka menggunakan kunci duplikat. Setelah mobil terbuka, di bagian bagasi belakang ditemukan barang bukti tersebut.

Sekadar diketahui, Masrur Makmur La Tanro merupakan Owner PT Bali Maspindjinra (BMC) yang merupakan pengusaha asal Sulsel. Belum lama ini,
ia juag menjadi peserta Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) yang digelar di Hotel Clarion Makassar, Minggu (24/6) lalu.(jpnn/eds)