Petugas Lapas Kelas IIA Maros Ikut Training Pengarusutamaan Hak Anak

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAROS — Sebanyak 15 orang petugas Lapas Kelas IIA Maros mengikuti Training Pengarusutamaan Hak Anak di Ruang Aula Gereja Lapas Maros, Kamis, 27 Juni 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) Maros bekerja sama dengan PKBI Sulsel ini diadakan selama dua hari, sejak Kamis, 27 Juni hingga Jumat, 28 Juni.

Kepala Lapas Maros Kelas IIA Maros diwakili oleh Kasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas IIA Maros, Andi Kaso mengatakan berdasarkan Undang-undang dan peraturan yang ada perlakuan bagi anak didik pemasyarakatan (Andikpas) ini memang berbeda dengan warga binaan dewasa.

Dimana dalam Lapas petugas tak hanya sekadar sebagai petugas tetapi juga harus berperan sebagai orang tua sementara mereka.

” Petugas adalah orang tua anak-anak disini, maka perlakuan kami disini bukan semata-mata sebagai abdi negara yang menjalankan tugas saja. Bimbingan kepada mereka menjadi hal utama,” katanya.

Sementara itu Ketua KerLip Maros, Bagus Dibyo Sumantri dalam pemaparannya mengenai Konvensi Hak Anak (KHA) mengatakan anak dalam situasi darurat, termasuk didalamnya anak yang berhadapan dengan hukum, hak anak harus tetap bisa mereka dapatkan.

“Juga terlihat penerapan pemenuhan hak anak dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Maros. Di Lapas Maros ini memang terasa perubahan ke arah positit dalam pemenuhan hak anak. Sebagai contoh, Lapas membantu anak memperoleh Kartu Identitas Anak (KIA) dan ruang kreativitas anak juga tersedia,” ungkapnya.

Dalam training juga di sampaikan materi terkait konsep dasar gender yang di sampaikan oleh Direktur PKBI Sulsel, Andi Iskandar.

Direktur PKBI Sulsel, Andi Iskandar mengatakan, konsep gender ini perlu diketahui sehingga dalam bertugas dan membuat kebijakan bagi petugas lapas ketimpangan keadilan gender bisa diminimalisir. (rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...