Romi Akui Rekomendasi Haris Jadi Kakanwil untuk Amankan Suara PPP

Kamis, 27 Juni 2019 - 09:28 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Eks Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy memberikan kesaksiannya dalam sidang ‎lanjutan perkara dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag untuk terdakwa Haris Hasanuddin dan ‎Muafaq Wirahadi.
Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdul Basir menanyakan kepada Romi mengenai direkomendasikannya Haris Hasanuddin menjadi Kepala Kanwil ‎Kementerian Jawa Timur, Provinsi Jawa Timur.

“Apakah saudara dorong Haris menjadi Kakanwil Jatim? Apakah ada kepentingan untuk menaikkan suara PPP di Jatim? Soalnya saudara selain anggota DPR juga Ketum PPP,” tanya Abdul di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (26/6) malam.

Menanggapi hal tersebut, Romi yang juga Anggota Komisi XI DPR membenarkan. Merekomendasikan Haris Hasanudin demi kepentingan partai berlogo Kakbah di Jawa Timur. “Untuk kepentingan partai,” jawab Romi.

Tak puas, Jaksa KPK, Abdul Basir kembali mencecar Romi dengan menanyakan kepentingan PPP tersebut apakah untuk juga meraup suara di Jawa Timur.

Tidak membantah pertanyaan tersebut. Romi pun membenarkannnya. Karena kepentingan PPP sudah termasuk juga dengan mengamankan suara partai bernuasa hijau itu. “Jadi memang ‎untuk kepentingan partai pun untuk kepentingan suara,” bebernya.

Namun demikian Romi membantah apabila untuk kepentingan PPP itu mengajak para aparatur sipil negara (ASN) di Jawa Timur tidak netral. Misalnya memilih PPP saat Pemilu 2019 kemarin.

“Dalam pemahaman saya iya, sepanjang tidak menggunakan koridor kordinasi ASN,” tegasnya.

Diketahui bekas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin didakwa menyuap anggota DPR 2014-2019 sekaligus eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi berupa uang Rp325 juta.

Haris juga disebut dalam surat dakwaan memberi uang dengan total Rp 70 juta kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin agar lolos seleksi pencalonan Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. Sejatinya, Haris tidak lolos persyaratan administrasi.

Sempat Ancam Pidanakan Saksi Prabowo, Asrul Sani: TKN Tak Niat Laporkan

Din Syamsuddin Khawatir Dinilai Skenario Menakut-nakuti Rakyat

Romi: Pagi Itu, Keburu OTT KPK

Lukman, atas perintah Romi sebagai atasan struktural partai, membuat Haris lolos seleksi dan terpilih sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. Bahkan dalam satu pertemuan, Lukman mengatakan siap pasang badan untuk Haris.

Atas pernyataan tersebut, Haris memberi Rp50 juta kepada Lukman. Beberapa hari kemudian Haris kembali merogoh kocek Rp20 juta untuk diserahkan kepada Lukman melalui Herry Purwanto sebagai bagian komitmen fee yang telah disiapkan.

Atas perbuatannya, Haris didakwa telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.‎ (jp)

Loading...