Sempat Ancam Pidanakan Saksi Prabowo, Asrul Sani: TKN Tak Niat Laporkan

Kamis, 27 Juni 2019 - 09:16 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Mahkamah Konstitusi (MK) akan mengumumkan sidang gugatan sengketa Pilpres 2019 hari ini. ‎Hal ini setelah Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menduga adanya kecurangan di hajatan lima tahunan ini.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Arsul Sani mengatakan, usai putusan MK pihaknya sangat menginginkan suasana sejuk dan damai. Bahkan Arsul mengatakan Jokowi menginginkan tidak lagi ada keributan.

“Message-message Pak Jokowi kepada TKN selama ini kontestasi itu sudah naik bahkan masih tinggi tahapnya paling enggak di media dan medsos. Nah pascaputusan itu harus ada isinya seruan soft landing,” ujar Arsul saat kepada wartawan, Kamis (27/6).

Arsul mengatakan, Presiden Jokowi ingin jangan ada pihak-pihak yang melaporkan saksi Prabowo-Sandi ke pihak kepolisian. Karena saat sidang MK dengan agenda mendengarkan saksi ada saja yang menuduh‎ telah memberikan keterangan palsu.

“Misalnya kan setelah persidangan di MK itu banyak wacana pendukung termasuk pendukung 01 mengatakan ada kesaksian palsu. Dalam konteks demokrasi ya biarkan saja kan itu berkembang. Kami TKN 01 tidak akan melaporkan,” katanya.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP)‎ ini mengungkapkan, TKN Jokowi-Ma’ruf Amin tidak akan melaporkan saksi Prabowo-Sandi ke pihak kepolisian. Karena memang TKN bersama dengan Jokowi menginginkan pascaputusan MK ini semuanya bisa damai. “Tapi rasanya tidak karena menurut saya itulah bagian dari soft landing kita,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Puan Maharani usai putusan MK dirinya menginginkan adanya silaturhami antara bagian-bagian yang mendukung Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandi.

“Saya rasa harus dimulai dengan silaturahmi, toh kita juga sama-sama telah menghormati proses-proses yang ada di MK,” ujar Puan.

Din Syamsuddin Khawatir Dinilai Skenario Menakut-nakuti Rakyat

Sidang Putusan Sengketa Pilpres, Ini Ruas Jalan yang Ditutup

Romi: Pagi Itu, Keburu OTT KPK

Puan juga mengajak semua anak bangsa, termasuk dengan Partai Gerindra bersama-sama dengan pemerintahan membangun bangsa ini. Karena membangun Indonesia tidak bisa dilakukan sendiri, tanpa adanya bantuan dari semua pihak.

“Dalam rangka menuju bersama-sama membangun bangsa harus ada good will niat baik dari kita semua untuk bersama-sama membangun bangsa,” tuturnya.

Selain itu, Puan juga berharap semua pihak untuk bisa menerima putusan MK mengenai sengekta Pilpres pada 27 Juni mendatang. Sudah saatnya rakyat Indonesia bersatu dan fokus membantu pemerintah dalam menjadikan Indonesia lebih baik lagi.

“Jadi marilah kita bersama-sama bersatu membangun Indonesia yang lebih baik. Indonesia yang lebih maju. Sehingga bisa bersama-sama membangun bangsa dari rasa persaudaraan dan persatuan,” pungkas Puan. (jp)