Terseret Arus Ciliwung, Bocah Asal Depok Meninggal Dunia

Kamis, 27 Juni 2019 - 13:08 WIB
Anggota Tagana dibantu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok sedang melakukan pencarian korban tenggelam di sungai Ciliwung, RT08/10 Kelurahan Tugu, Cimanggis, kemarin (26/6). Foto : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

FAJAR.CO.ID, DEPOK– Tengah berenang,dua bocah warga Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis hanyut terseret arus sungai Ciliwung, Rabu (26/6/2019) sekitar pukul 12.00 WIB.

Lurah Tugu, Abdul Mutolib mengungkapkan bahwa kedua bocah tersebut adalah warganya. Yakni Mohammad Edis (12) warga RT11/RW10, dan Mohammad Rafi Ardian (14) warga RT02/RW10 Kelurahan Tugu.

Mutolib menuturkan, saat kejadian kedua korban tengah asyik berenang menggunakan ban bersama bocah lainnya di wilayah air dangkal. Tetapi naas, ban yang dipakai Rafi terseret arus hingga ke area air dalam.

Kemudian, Edis mencoba menolong Rafi dengan cara meraih tangannya. Namun, Edis malah ikut terseret arus air sungai Ciliwung.

“Penuturan anak yang selamat, saat Edis mencoba menarik tangan Rafi dia merasa berat dan tidak kuat menariknya. Lalu, Edis mencari kayu buat nolong Rafi, ia malah ikut terseret arus dan hilang,” tutur Mutolib kepada Radar Depok (Radar Bogor Grup), saat ditemui di lokasi kejadian.

Personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Depok, Doni mengatakan, salah satu anak yang tenggelam di Ciliwung akhirnya ditemukan setelah proses pencarian yang memakan waktu hampir enam jam.

“Korban atas nama Edis sudah kita temukan pada pukul 17.30 wib. Dia tersangkut bebatuan di dalam aliran sungai,” ungkap Doni kepada Radar Depok.

Edis ditemukan setelah anggota Tagana melakukan penyelaman ke dasar sungai. Doni menyebutkan, evakuasi pencarian korban tengelam ini cukup sulit, karena arus bawah Sungai Ciliwung cukup deras.

“Tim kami agak kesulitan melawan arus sungai saat evakuasi. Tim penyelam mengunakan alat lengkap untuk keselamatan mencari korban,” pungkas Doni. (radardepok/yspdra