Antisipasi Antrean di Jalur Zonasi PPDB, Sekolah Tambah Operator

Jumat, 28 Juni 2019 13:03
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2019 melalui Jalur Zonasi mulai dibuka, Jumat (28/6) hari ini. Proses pendaftaran berlangsung selama tiga hari, 28 hingga 30 Juni.Kuota PPDB melalui Jalur Zonasi lebih banyak, yakni 85 persen dibandingkan Jalur Non Zonasi, masing-masing Jalur Prestasi 10 persen dan Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua (PTOT) 5 persen.Dengan besarnya jumlah kuota PPDB melalui Jalur Zonasi ini, pihak sekolah menilai, animo peserta lebih besar dibandingkan proses pendaftaran melalui jalur non zonasi. Makanya, berbagai antisipasi sudah dilakukan demi memberikan pelayanan optimal.Seperti di SMPN 6 Makassar, disiapkan empat orang yang bertugas sebagai humas yang berfungsi membantu pendaftar ataupun orang tua peserta untuk mengetahui terkait proses atau tata cara pendaftaran. Keempatnya ditempatkan di area depan dalam sekolah.Wakasek Kesiswaan SMPN 6 MakassarMuhlis menjelaskan, pada pendaftaran Jalur Non Zonasi, pihaknya menyiagakan empat operator. Namun, jumlah ini akan ditambah seiring akan lebih banyaknya peserta mendaftar melalui Jalur Zonasi.Olehnya itu, ada tambahan dua operator yang akan membantu. Total ada enam tenaga operator yang bertugas selama masa proses pendaftaran.”Jadi tambahan tenaga operator ini sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi antrean yang panjang saat proses pendaftaran. Kami berusaha melayani dengan baik,” jelas Muhlis.Kenyamanan juga dilakukan di SMPN 8 Makassar. Peserta dan orang tua tidak perlu risau. Pihak sekolah menyiapkan sekitar 100 kursi yang dipusatkan di aula sekolah.Wakasek SDM SMPN 8 Makassar, Kursin mengatakan, total ada delapan tenaga operator yang disiagakan. Berkaca PPDB sebelumnya dengan menurunkan enam tenaga, panitia cukup kewalahan.”Makanya tahun ini kita jadikan delapan orang. Semoga tenaga operator yang disiapkan ini bisa memberikan kenyamanan. Demikian fasilitas yang pihak sekolah siapkan,” akunya.Kabid Manajemen Pendidikan Dasar Disdik Kota Makassar, Munir berujar, sistem Jalur Zonasi yang diterapkan di tingkat SMA berbeda dengan Jalur Zonasi di tingkat SMP.Bila di tingkat SMA mengacu kelurahan dan kecamatan, maka Jalur Zonasi di tingkat SMP berdasarkan radius koordinat sekolah dan rumah peserta. Semakin dekat rumah dengan sekolah, potensi diterima lebih tinggi.”Karena sistem yang ada, untuk mendekatkan sekolah dengan rumah. Inilah ontinya dari Jalur Zonasi,” katanya.Jalur Zonasi di tingkat SMP di Kota Makassar sulit diterapkan, lantaran persebaran SMP di Kota Anging Mammiri, tidak merata. Sehingga sistem yang berlaku terkait koordinat sekolah dan rumah peserta. (smd)

Bagikan berita ini:
10
9
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar