Bu Risma Masih Dipasangi Alat Bantu Pernapasan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Kondisi kesehatan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mulai membaik. Fungsi-fungsi organ, mulai jantung, ginjal, hingga pencernaan, baik. Risma juga sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga yang menjaganya.

Tim dokter yang beranggota 15 orang dengan sepuluh subspesialis terus memantau kondisi wali kota perempuan pertama Surabaya itu di RSUD dr Soetomo

Hingga Kamis (27/6) malam, sekitar pukul 21.00, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Febria Rachmanita memastikan bahwa Risma dalam kondisi baik. ”Sangat baik,” jelasnya melalui pesan singkat.

Kamis siang, Risma juga sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga. Feni –sapaan akrab Febria Rachmanita– tidak menyebut bentuk komunikasi tersebut. Yang jelas, sudah ada respons dari Risma.

”Tadi Ibu (Risma) komunikasi dengan Bapak (suami Risma, Red). Saya tidak ikut mendengar. Namun, bapak sudah komunikasi. (Ibu) sudah bisa respons,” katanya.

Fuad Bernardi, putra Risma, yang ditemui kemarin dini hari sekitar pukul 00.45 di lobi Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD dr Soetomo juga memastikan bahwa kondisi ibunya stabil. ”Bisa berkomunikasi,” katanya singkat.

Dia sempat menjelaskan, ibunya memang punya riwayat sakit asma. Pernah pula dirawat di rumah sakit saat kecil. Tapi, dalam lima tahun terakhir tidak pernah sampai seserius saat ini hingga dirawat ke ruang ICU. ”Mohon doanya semoga beliau lekas sembuh,” ujar Fuad.

Kondisi Risma yang membaik itu juga dipastikan tim dokter yang merawat perempuan kelahiran Kediri, 20 November 1961, itu. Kepala Rawat Intensif dan Reanimasi RSUD dr Soetomo, dr Hardiono SpAn KIC KAKV menjelaskan bahwa kondisi Risma yang stabil itu bisa dilihat dari pernapasan.

”Ibaratnya, waktu awal, alat bantu oksigen tersebut 100 persen. Sekarang itu diberikan 60 persen,” ungkap dia.

Kendati demikian, Risma masih dipasangi alat pernapasan atau respirator berupa pipa melalui mulut. Kondisi tersebut memang membuat tidak nyaman. Karena itu, Risma diberi obat penenang dalam dua kali 24 jam. Tapi, perlahan dosis obat tersebut diturunkan. ”Begitu dia sudah bisa menoleransi, obatnya pelan-pelan kita turunkan dosisnya,” imbuhnya.

Selain itu, dari pemeriksaan fungsi organ juga tidak ada masalah. Mulai jantung, ginjal, sampai pencernaan. Asupan makanan masih dimasukkan melalui sonde, semacam slang yang digunakan untuk mengantarkan nutrisi langsung ke dalam perut.

Untuk pemantauan kondisi, ada perawat yang ditugasi 24 jam penuh. Sesuai dengan standar, satu pasien dijaga satu perawat. ”Menuju sembuh. Trennya ke sana,” imbuhnya.

Humas Pemkot Surabaya M. Fikser menepis kabar Risma yang kritis pada dini hari kemarin. Dia menyebut informasi tersebut hoaks. Memang, beberapa hari terakhir muncul kabar yang simpang siur soal kondisi Risma. Karena itu, dia meminta masyarakat mencermati informasi yang didapat. Saban hari pihaknya dan RSUD dr Soetomo meng-update kondisi Risma.

Kader Senior Golkar Harap Bupati Jalankan Mekanisme Partai

HUT ke-73 Bhayangkara, Polres Maros Ziarah Ke TMP

Minta Uang Rp2 Juta, Penipu Catut Nama Dosen Unhas

”Kami berharap jangan gampang percaya dengan kabar yang beredar dari sumber yang tidak jelas. Update perkembangan kondisi ibu disampaikan secara resmi oleh tim dokter,” ujar Fikser.

Dia mengungkapkan, sejak kabar Risma masuk rumah sakit, banyak warga yang ingin menjenguk secara langsung. Tapi, hingga kemarin Risma belum bisa dijenguk karena butuh perawatan dan istirahat penuh.

”Misalnya, Bu Menteri Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Red). Tapi, karena tahu kondisi ibu seperti ini mungkin ditunda. Beliau menitipkan doa,” kata Fikser.

Kemarin juga beredar kabar bahwa Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berencana menjenguk Risma. Sudah ada komunikasi antara pihak rumah sakit dan istana. Namun, rencana tersebut memang masih tentatif. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment