Dongeng Cukup Efektif Mengasah Kreativitas Anak

Jumat, 28 Juni 2019 - 09:50 WIB
EKSPRESI. Ekspresi selalu membuat suasana menjadi lebih riuh saat pendongeng mulai bercerita. (PANITIA MIWF FOR FAJAR)

Ada banyak cara untuk belajar dan menamankan nilai kehidupan. Mendongeng bisa menjadi salah satu cara yang efektif.

Laporan: Muhclis Abduh

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Hari mulai beranjak sore. Puluhan anak duduk merumput di samping Gedung Chapel Fort Rotterdam. Sore itu, sebagai rangkaian acara Makassar Writer Festival (MIWF) 2019 ada aktivitas mendongeng dari Rumah Dongeng.

Nurbasita satu dari pendongeng tampil dan memilih menceritakan dongeng La Dana dan Kerbau-nya. Sebuah cerita rakyat yang terkenal dari Toraja.

Pada suatu ketika, Nurbasita memulai cerita, ada orang Toraja meninggal. Sesuai tradisi Toraja, ketika ada orang yang meninggal, maka akan diadakan pesta kematian dengan memotong kerbau. “Ada yang tahu apa nama pesta kematian di Toraja? Ia bertanya kepada anak-anak di depannya untuk memantik perhatian.

“Rambu Solok. Betul. Semua pintar, ya.” lanjutnya. Untuk menarik perhatian anak-anak, ia bercerita dengan lebih ekpresif. Selain mencoba meniru suara kerbau, ia juga berjalan lenggak lenggok layaknya kerbau.

Kisah tentang La Dana dan Kerbau pada dasarnya menceritakan terkait manusia yang tidak pernah puas dan selalu punya pikiran licik untuk mendapatkan sesuatu. Pendongeng dari Rumah Dongeng ini menjelaskan, setiap kosa kata yang didengarkan anak saat mendengar dongeng akan membantu mereka dalam mengekpresikan perasaaan secara lebih tepat.

”Sehingga mereka mengenal dan menyerap lebih banyak kosa kata. Memudahkan dalam mengungkapkan sesuatu,” paparnya saat ditemui Rabu, 26 Juni.

Yang tidak kalah pentingnya adalah setiap karakter dalam dongeng, anak-anak dapat belajar nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, empati, dan tolong-menolong. “Jadi misalnya kami mau tunjukkan apa itu kejujuran. Kalau hanya lewat definisi maka anak tentu bingung menyerap. Ketika mereka diceritakan melalui dongeng, mereka bisa langsung mengerti,” paparnya.

Ia juga menyarakan agar orang tua sebisa mungkin menyisakan waktu kepada anak-anak mereka untuk mendongeng. Sebab, melalui dongeng, kedekatan antara orang tua dan anak bisa lebih erat lagi. “Pengalaman membaca dongeng bersama akan menjadi tanda bagi anak bahwa mereka disayangi dan diperhatikan oleh orang tuanya,” tutupnya.

Selain Nurbasita, sore itu ada empat orang dari Rumah Dongeng yang bergantian bercerita. Mereka yakni Manggazali, Faisa, dan Astrini Syamsuddin. Manggazali, menjelaskan, dongeng merupakan media yang efektif untuk menyentuh dan menyampaikan pesan moral kepada anak-anak.

“Belajar melalui dongeng lebih efektif. Mengajari tanpa kesan menggurui anak. Mereka lebih asyik belajar,” jelasnya. Selain itu, sambung Mangga, dongeng pada dasarnya memiliki nilai positif untuk bisa mengembangkan imajinasi anak. Di mana, pada akhirnya mereka menjadi lebih kreatif dalam mengerjakan sesuatu.

“Saat anak-anak mendengarkan dongeng, pikiran mereka akan terangsang untuk menggambarkan situasi yang mereka dengar. Imajinasi ini sebenarnya akan mengarah pada kreativitas anak kedepannya,” ungkapnya. (*/abg)

Loading...