Jangan Khawatir Kemarau, Stok dan Produksi Pangan Aman

Jumat, 28 Juni 2019 16:45

Langkah lain, mereka berkoordinasi dengan Kementerian PUPR terkait percepatan perbaikan saluran irigasi utama yang mengalami kerusakan dan menggangu aliran air irigasi ke lahan sawah.  “Tim juga mengidentifikasi sumber-sumber air yang masih dapat dimanfaatkan dan menyalurkannya dengan pompa pada lahan sawah yang masih terdapat standing crop,” beber Rahmanto.Kementan saat ini mendorong percepatan pelaksanaan fisik kegiatan irigasi pertanian untuk segera dimanfaatkan dalam mengantisipasi kekeringan. Antara lain Jaringan Irigasi Tersier, Embung Pertanian dan Irigasi Perpipaan dan Perpompaan. “Juga mendorong Dinas lingkup pertanian agar segera menyalurkan pompa-pompa air yang sudah dialokasikan pada daerah yang mengalami kekeringan,” tandasnya.Total luas kekeringan (Januari-Juni) 2019 mencapai 49.408 Ha. Dimana 45.396 Ha dari total tersebut terjadi pada musim kemarau (April-Juni). Sebagian besar kekeringan terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur.  Apabila dibandingkan dengan luas tanam saat ini yang mencapai 3.504.137 Ha, persentase luas kekeringan pada musim kemarau masih sangat kecil, berkisar 1,30%.”Luas areal sawah yang mengalami puso mencapai 3.001 Ha atau 6% dari total luas kekeringan dan 0.01% dari total luas tanam. Dampak kekeringan ini tidak berpengaruh nyata dalam mengurangi stok produksi beras Nasional sampai saat ini,” terang Rahmanto.Rahmanto menjelaskan, luas kekeringan tahun 2018 pada periode yang sama (Januari-Juni) mencapai 97.861 Ha dengan puso 19.218 Ha. Apabila dibandingkan dengan tahun 2019, luas kekeringan tahun 2019 telah mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Bagikan berita ini:
6
5
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar