Suasana Hening, Saat Prabowo Katakan Ini Rapat Terakhir Koalisi

1 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Koalisi Adil Makmur dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) telah resmi dibubarkan. Prabowo Subianto pun mengembalikan mandat yang sudah diberikan kepada dirinya ke masing-masing partai politik.

Koalisi Adil Makmur ini sudah 10 bulan berjalan. Mulai awal dibentuknya Agustus 2018 silam. Setelah itu fokus mengawal dan membantu meme‎nangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjadi kepala negara 2019. Namun, kubu oposisi harus kalah oleh pasangan calon Jokowi-Ma’ruf Amin‎.

Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso mengatakan, dalam rapat bersama pimpinan partai koalisi itu dirinya sempat merasa terharu. Karena Prabowo mengatakan pertemuan di kediamannya saat ini merupakan rapat terakhir koalisi.

‎”Kami semua sempat hening ketika tadi Pak Prabowo Subianto berbicara dan menyampaikan bahwa ini adalah rapat terakhir kita sebagai Koalisi Adil Makmur,” ujar Priyo dalam konfrensi pers di Jalan Sriwijaya, Jakarta, Jumat (28/6).

‎”Semua hening, saya sendiri agak teharu kaget, kita baru sadar bahwa ini ikatan terakhir dari sekian bulan yang mengikat kita semua,” tambahnya.

‎Menurut Priyo walaupun Koalisi Adil Makmur resmi bubar. Tapi semuanya sepakat bisa terus menjalin komunikasi. Karena kita ingin terus membangun sebuah kebersamaan dalam menuangkan pikiran-pikiran dengan membentuk kaukus atau coffee morning.

‎Priyo juga mengatakan, dalam pertemuan Prabowo dengan para pimpinan partai politik pendukungnya, Jenderal bintang tiga ini menyerahkan kembali mandat yang diberikan kepadanya kepada masing-masing partai.

“Kami semua sempat agak kaget. Beliau secara santun menyampaikan itu. Meskipun sebenarnya kami tidak ingin itu disampaikan, tetapi tata kramanya seperti itu. Kembali kepada masing-masing parpol,” katanya.

Figur Balon Wali Kota Makassar Hadiri Syawalan Muhammadiyah

OTT Dua Jaksa Kejati dan Pengacara, KPK Amankan Duit SGD21 Ribu

Gempa Tektonik 4,9 SR Guncang Soroako

Bara Hasibuan: PAN Siap Kawal Presiden Jokowi Memimpin Sampai 2024

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mustafa Kamal mengatakan, menang dan kalah adalah lumrah. Karena yang terpenting dalam perjuangan adalah bersama-sama membangun Indonesia yang lebih sejahtara.

“Semangat agar terus berjuang satu visi Indonesia ke depan bukan menang atau kalah semata di Pemilu 2019. Insyaallah para sekjen akan menyamakan agenda ke depan,” ungkapnya.

Senada dengan PKS, Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno mengatakan, hari ini garis finis telah diselesaikan di Pilpres 2019. Namun, selesainya Pilpres 2019 ini bukan berakhirnya komunikasi antara partai-partai. Sebab partai pendukung Prabowo-Sandi sepakat membentuk kaukus untuk terus bekerja sama dalam agenda-agenda politik ke depan.

“‎Kami tetap akan menjalin komunikasi dengan kaukus karena ini agenda politik ada pilkada serentak kerjasama di parlemen‎,” pungkasnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...