Bertaruh Nyawa demi Hidup Lebih Baik di Amerika

Minggu, 30 Juni 2019 19:16
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Tingginya angka kemiskinan, pengangguran, dan kejahatan membuat penduduk negara-negara di Amerika Tengah mengungsi ke Amerika Serikat (AS). Sayang, perjalanan mereka ke tanah harapan tak semudah membalik telapak tangan.Saily Yasmin Andino berlari mengejar kereta yang baru melaju di dekat Salto de Agua, Chiapas, Meksiko, Rabu (26/6). Mengenakan baju serba hitam dan sepatu tenis merah, dia berhasil naik ke atas gerbong. Andino tidak sendiri, masih ada puluhan imigran lain di kereta yang sama. Mereka semua punya satu tujuan, mencari suaka di Amerika Serikat (AS).Selang beberapa jam kemudian, kereta itu berhenti di Tacotalpa, Tabasco. Gadis 19 tahun itu turun untuk membeli makanan. Ketika kereta kembali berjalan, dia bergegas naik. Entah kenapa kereta tiba-tiba berhenti dan mundur. Pegangan Andino terlepas, dia terjatuh di bawah kereta. Tubuh remaja berkulit cokelat itu terbelah menjadi dua sebelum akhirnya terseret sepanjang 90 meter. Orang-orang di atas kereta hanya bisa menjerit histeris.”Orang-orang berteriak agar mesin kereta dimatikan. Tapi, ia justru melaju kian cepat,” ujar Catalina Leon Munoz, salah seorang saksi mata, kepada NBC.Andino yang berangkat dengan harapan tinggi untuk mengubah nasib tak pernah sampai di tanah harapan. Hidupnya berakhir di bawah kereta di Tacotalpa. Dia menambah daftar panjang kematian imigran asal Amerika Tengah yang ingin menginjakkan kaki di AS. Tiap tahun 300-an orang meninggal. Kalau dirata-rata, hampir tiap hari ada satu nyawa melayang.

Komentar