Bertaruh Nyawa demi Hidup Lebih Baik di Amerika

Minggu, 30 Juni 2019 19:16

Oscar Alberto Martinez Ramirez dan putrinya yang masih berusia 23 bulan, Valeria, adalah contohnya. Mereka tewas tenggelam dalam kondisi berpelukan. Direktur Sementara Badan Layanan Kependudukan dan Imigrasi AS Ken Cuccinelli justru menyalahkan keputusan Alberto yang memilih menyeberangi Sungai Rio Grande. ”Alasan tragedi itu terjadi di perbatasan karena ayahnya tidak mau menunggu untuk proses suaka secara legal,” tegas pejabat 50 tahun tersebut.Tapi, bagi para imigran, bukan itu masalahnya. Bagi mereka, tinggal berbulan-bulan di Meksiko tanpa kejelasan adalah siksaan. Mereka tidak bisa mencari kerja dan tinggal di tempat yang jauh dari kata layak. Bagi mereka, American Dream benar-benar sebuah mimpi yang tak pernah jadi nyata. (jp)

Bagikan berita ini:
4
7
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar