Guru Besar UGM Puji Buku Karya Widyaiswara Disdik Sulsel

Minggu, 30 Juni 2019 - 10:49 WIB
Muhammad Yassir (tengah) mendapat apresiasi untuk karyanya/IST

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Guru Besar Fakultas Fisafat UGM, Prof. M. Mukhtasar Syamsuddin, Ph.D memberikan apresiasi tinggi pada buku karya Widyaiswara Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Muhammad Yassir. Buku berjudul “Filsafat Pendidikan Vokasi dan Rekonstruksi Teori” itu menurutnya merupakan upaya menjembantani bagaimana filsafat pendidikan terhubungkan dengan keperluan merekonstruksi teori-teori pendidikan.

“Buku ini merupakan upaya untuk menjembatani bagaimana filsafat pendidikan terhubungkan dengan keperluan merekonstruksi teori-teori pendidikan. Alur pembahasan juga terkesan sangat sistematik dengan mengikuti pola ‘piramida terbalik’, yaitu dimulai dari pembahasan yang bersifat sangat konseptual dan diakhiri dengan pembahasan yang bersifat praktikal terkait dengan penggunaan teknologi pendidikan,” katanya.

Buku ini secara resmi dilaunching Dinas Pendidikan Sulsel, UPT PTIKP di Hotel Grand Palace, Makassar, Minggu, 30 Juni, pagi ini. Launching dirangkaikan dengan Pelatihan Teknologi dan Informasi (TIK) yang diikuti guru SMA dan SMK se Sulsel.

“Terhubungnya filsafat pendidikan dan teknologi pendidikan dalam buku ini, tentu saja memberikan sudut pandang baru bagaimana pendidikan vokasi dijalankan, diperkuat, dan dikembangkan dalam era Revolusi Industri 4.0,” jelas Syamsuddin dalam testimoninya.

Pujian untuk karya Pengajar Diklat Calon Kepala Sekolah Kemendikbud RI dan Pengajar Diklat Prajabatan CPNS LAN RI ini juga dilontarkan Kepala Seksi Pengembangan Sumber Belajar Berbasis TIK, Dr. Hj. Fatimah Azis, M.Pd. Bagi Fatimah, buku ini memberi banyak pencerahan.

“Sungguh sebuah langkah maju di tengah krisis budaya literasi saat ini. Buku ini memberikan pencerahan bagaimana sebaiknya pendidikan vokasi itu diterapkan agar sekolah kejuruan tidak lagi menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran. Di samping itu guru hendaknya dapat menjaga adab-adab dan karakter seorang guru yang layak digugu dan ditiru,” ujar Fatimah.

Terkait Pelatihan TIK sendiri, digelar dengan tujuan merekonstruksi pendidikan vokasi untuk mereduksi potensi pengangguran serta membangun pembelajaran menyenangkan berbasis TIK.  Kegiatan ini menghadirkan Yassir selaku pembicara.

Dalam materinya, Yassir yang juga merupakan pengajar Diklat Program Revitalisasi SMK Kemendikbud RI dan Pengajar Diklat Pimpemdagri Kemendagri ini mengulas filsafat pendidikan vokasi, rekonstruksi teori pendidikan vokasi, revolusi industri 4.0, serta peraktik pembuatan aplikasi berbasis android. (amr)