The Vessel

Minggu, 30 Juni 2019 16:19

Oleh Dahlan Iskan

FAJAR.CO.ID–Tahun depan saja. Kalau Anda mau ke sini. Ketika lingkungan sekitarnya sudah lebih rapi.Sekarang pun memang sudah bisa dinikmati. Namun belum sepenuhnya nyaman.Itulah The Vessel.Karya seni arsitektur terbaru di New York. Saya terpaksa dua kali ke situ. Yang pertama sudah terlalu sore. Rabu lalu. Tiket sudah habis.Kamis pagi saya ke sana lagi. Sambil jalan kaki cepat selama 30 menit. Olahraga. Dari hotel saya di dekat Times Square. Sengaja sambil agak muter.Rabu sore itu sebenarnya saya sudah bisa mendekat ke The Vessel, tetapi tidak bisa masuk. Saya perlu melihatnya dari dalam. Sekalian melihat bedanya: kalau kena sinar pagi bagaimana nuansanya.Tidak terlihat banyak anak kecil diajak ke sini. The Vessel memang bukan hiburan. Dia sebuah karya seni.Pun yang mau membuat klasifikasi bingung. Patungkah ini? Gedungkah ini?Bukan dua-duanya.Jam 8 pagi saya sudah di situ lagi. Belum ada orang. Yang ada tukang. Memperbaiki sentuhan akhir plazanya. Suara gergaji batu sering membuat hati ngilu.Saya duduk di tamannya: melihat The Vessel dari luar. Sambil merenung: mengapa karya ini indah?Bentuknya sih biasa. Imajinasi saya terbelah: mirip sarang tawon? Atau mirip nanas?Yang terakhir itu karena saya terpengaruh menara kembar di Kuala Lumpur: yang banyak dibilang mirip jagung yang sudah dikupas kulitnya.

Bagikan:
5
6
6

Komentar