Catat! PKS Tak Berniat Tinggalkan Prabowo

2 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – PKS memastikan akan tetap berada di luar pemerintahan. Hingga saat ini, belum pernah ada rencana ikut bergabung dalam barisan pendukung Jokowi – Ma’ruf Amin.

’’Saya lihat, kami cenderung memilih menjalankan fungsi penyeimbang bagi demokrasi yang ada,’’ terang Sekjen PKS, Mustafa Kamal.

Konsistensi dalam perpolitikan di Indonesia itu diperlukan saat ini, terutama terhadap gagasannya

Menurut Mustafa, bagi PKS tidak terlalu penting berada di dalam atau di luar pemerintahan. ’’Yang penting adalah bagaimana politik gagasan ini mengemuka di masyarakat serta mutu demokrasi meningkat,’’ tambahnya.

Sudah saatnya politik Indonesia menjadi berkualitas dan substantif. Yang jelas, pihaknya tidak akan meniggalkan Gerindra dan Prabowo.

Bagaimana sikap parpol-parpol pendukung Jokowi? Salah satunya terlontar dari anggota tim hukum Paslon 01 yang juga politikus PDIP, Arteria Dahlan.

Dia mengingatkan bahwa selama ini PDIP konsisten menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Jokowi. Arteria mengisyaratkan PDIP tidak mempermasalahkan bila Jokowi memutuskan menambah anggota koalisi.

Juga, membantah anggapan bahwa koalisi gemuk akan membuat suasana yang mirip Orde Baru. ’’Sekarang rezimnya sudah berbeda, hukumnya juga berbeda,’’ terangnya saat dikonfirmasi.

Dia mencontohkan, koalisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di periode kedua yang begitu gemuk. Ketika ada kenaikan BBM atau kasus Bank Century, parpol tetap kritis.

Tanggapan Pengamat Soal Golkar di Tangan Airlangga dan Kepentingan Politik Jokowi

Gerindra Tak Ngiler Gabung Jokowi-Ma’ruf

Viral! Siswi SMP Ditelanjangi, Pelaku Diduga 9 Orang

Menurut dia, orang luar terlalu berlebihan dalam memandang persoalan koalisi. Dalam hal penyebutan rekonsiliasi misalnya dia menilai tidak tepat karena kata tersebut hanya pas bila ada konflik.

’’Padahal koalisi kami dan Pak Prabowo, kerja-kerja kami di dewan, sama sekali tidak ada masalah,’’ lanjutnya.

Dia mengutip pernyataan Jokowi yang menginginkan kalau bisa semuanya ikut membangun negara. Rujukannya adalah cara Nabi Muhammad membangun negara Madinah yang merangkul semua golongan.

Baik Muhajirin, Ansar, kaum Kristiani, hingga Yahudi. Yang penting, semua satu visi untuk memajukan Indonesia. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...