Naik Bus-Pesawat-Kapal, Masuk Via Lombok

0 Komentar

Ini bisa dikatakan ekstrem. Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lokasi yang belum pernah didatangi mahasiswa.

Laporan: Sakinah Fitriantim, Pangkep

JIKA kebanyakan mahasiswa yang ikut program KKN lebih memilih di wilayah perkotaan, puluhan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) ini beda. Mereka memilih KKN di wilayah kepulauan terluar Kabupaten Pangkep. Lokasi KKN yang terletak jauh dari UGM itu sendiri, tentu bakal memberikan pengalaman bagi para mahasiswa itu. Apalagi, harus menyeberangi lintas pulau untuk tiba di posko KKN.

Para mahasiswa ini memilih ke Liukang Tangaya melalui Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menggunakan kapal. Letak posko tempat mengabdi ditempuh hanya tujuh jam dari Lombok. Berbeda jika via Makassar atau Pangkajene, ibu kota Pangkep. Mereka membutuhkan belasan hingga puluhan jam. Dosen Program Studi (Prodi) Pembangunan Wilayah, Fakultas Geografi, UGM Yogyakarta, Agung Satriyo Nugroho menjelaskan, dipilihnya pulau terluar Pangkep sebagai lokasi KKN, agar mahasiswa dapat merasakan langsung kehidupan masyarakat yang ada di kepulauan.

“Kami ingin menyebarkan semangat hidup menjadi anak pulau itu adalah barang yang sangat mewah. Itulah saat ini yang banyak dicari masyarakat global. Jadi masyarakat Pulau Sailus tidak boleh merasa termarginalkan lagi,” paparnya. Selain itu, pihaknya juga ingin para mahasiswa ini fokus menggali kekayaan kepulauan Indonesia, yang memiliki banyak potensi Sumber Daya Alam (SDA).

“Kami merupakan bagian dari tim Archipelago Action Research Expedition (AARE) 2014-2020. Grup ini sangat fokus terhadap upaya menggali potensi Indonesia sebagai negara kepulauan. Hal itu ke depannya agar digunakan dalam merumuskan instrumen pembangunan wilayah di negara kepulauan,” urainya.

Tidak hanya itu, ia juga menganggap pulau-pulau di wilayah Kecamatan Liukang Tangaya ini, unik dan menarik. Ada dua pulau yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN ini, yaitu di Pulau Sailus dan Pulau Poleonro.

“Pulau Sailus menjadi sangat menarik. Baik dari segi geografisnya maupun masyarakatnya. Mereka dapat survive dengan karakter mereka sendiri,” imbuh Agung. Belum lagi ia melihat letak pulau-pulau ini sangat strategis, karena dekat dengan kawasan perekonomian di Bali dan Lombok. “(Lebih dekat ke) Bali dan Lombok daripada dengan Pulau Sulawesi sendiri. Jadi menjadi pertimbangan untuk eksplorasi ke depannya,” bebernya.

Di sana, puluhan mahasiswa UGM itu bakal mengabdi dan membantu masyarakat pulau terluar. Mereka berangkat menuju kedua pulau tersebur melalui pelabuhan di Lombok malam hari ini. Minggu, 30 Juni kapal yang ditumpanginya berangkat. Di sana mereka akan mengabdi hingga Agustus mendatang.

Salah seorang peserta KKN, Windy mengaku, sudah menyiapkan persiapan khusus untuk KKN di pulau terluar. “Tim sudah sering kumpul buat pembahasan sekiranya program apa saja yang bakal dibawa ke sana. Paling penting juga kesiapan individu masing-masing,” bebernya. Windy juga mengaku, awalnya kesulitan untuk berangkat ke pulau tersebut. Sebab, harus menyesuaikan dengan jadwal kapal yang menuju ke pulau itu.

“Persiapan akomodasi terutama persoalan transportasi. Kita juga menyesuaikan dengan jadwal kapal. Kapal Makassar ke Pulau Sailus butuh waktu lebih lama. Jadi keputusan tim, kami lewat Lombok agar lebih cepat,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Pulau Sailus, Irfan mengaku sangat mengapresiasi kepedulian dunia kampus terhadap masyarakat pulau terluar. Khususnya dengan program mengirim mahasiswa untuk KKN di pulau tempat tinggalnya itu.

“Ini adalah KKN yang pertama, jadi harapan saya semoga dengan adanya KKN ini, kampus atau universitas yang ada Sulsel, ke depannya melakukan hal yang sama. Dapat memperhatikan juga masyarakat pulau,” ungkapnya. Ia juga mengaku, KKN ini bentuk perhatian dunia kampus terhadap masalah ekosistem laut yang menjadi sasaran para pengguna bom ikan.

“KKN UGM ini adalah bentuk respons atas masalah perusakan laut yang selama ini terjadi di Kecamatan Liukang Tangaya,” ucapnya. (*/zuk-arm)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...