Santer Rumor Salah Satu Partai Pendukung Kubu 02 Bakal Bergabung Koalisi Jokowi-Ma’ruf

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Setelah Koalisi Adil Makmur bubar, rumor ada salah satu partai kubu 02 yang bakal bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin makin santer. Namun, sinyal penolakan sudah datang dari parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf.

Salah satunya Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem Tengku Taufiqulhadi yang mengharapkan partai-partai pendukung Prabowo-Sandi agar tetap di luar pemerinta‎han. Artinya menjadi oposisi.

“Jadi serukan tiga partai (Gerindra, PAN dan Demokrat, red) tetap berapa di luar‎ (tidak bergabung ke Koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin),” ujar Taufiqulhadi di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/7).

Menurut Anggota Komisi III DPR ini berpandangan, sangat tidak bagus apabila partai-partai di luar koalisi tiba-tiba merapat ke pemerintah. Karena hal itu juga menjadi tidak sehat. Sebab, adanya oposisi dibutuhkan untuk memberikan kontrol kepada pemerintah.

“Kalau semuanya bergabung, nanti dianggap balik ke Orde Baru. Jadi harus ada parpol di luar pemerintah. Ini baik juga bagi rakyat Indonesia dan baik bagi demokrasi,” katanya.

Selain itu, Taufiqulhadi mengatakan, adanya rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo Subianto juga jangan dengan pembangian jatah bagi-bagi kursi. Melaikan adanya rekonsiliasi itu untuk membicarakan hal-hal yang dianggap penting bagi Indonesia ke depan.

“Perlu rekonsiliasi, tapi menurut saya rekonsiliasi tersebut tidak ada pandangan bagi-bagi kursi. Rekonsiliasi itu tetap bisa berada dalam oposisi,” katanya.

Terpisah, mengenai Demokrat bakal gabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin? Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjiatan mengatakan, sampai saat ini belum adanya pembicaraan mengenai hal tersebut. Pasalnya, Demokrat masih dalam keadaan berduka kepergian Ani Yudhoyono.

Hinca mengatakan, usai penyelenggarakan tahlilan 40 hari meninggalnya Ani Yudhoyono. Maka Partai Demokrat mulai dengen kerja partai membahas langkah politik ke depan.

“Demokrat masih ada kedukaan sampai 40 hari Ibu Ani. Rencananya 10 Juli (tahlilan). Setelah itu baru kerja partai dimulai,” kata Hinca.

Hinca menjelaskan, untuk mengambil sikap menjadi oposisi atau bergabung dengan Koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin. Partai Demokrat perlu mengadakan rapat internal Majelis Tinggi yang diketuai oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Nanti di situ diputuskan posisi Partai Demokrat. Demokrat kalau sudah diputuskan SBY maka semuanya akan ikut‎,” pungkasnya. (jpc)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...