Tanggapan Pengamat Soal Golkar di Tangan Airlangga dan Kepentingan Politik Jokowi

Senin, 1 Juli 2019 07:33

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago menduga Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai kurang sreg jika Golkar kembali dipimpin Airlangga Hartarto.Pangi menilai, kepemimpinan Airlangga di Partai Golkar kurang moncer terutama untuk mengamankan kepentingan politik Jokowi ke depan.“Kalau melihat hasil pemilu ini, Jokowi mungkin kecewa. Dia penguasa tentu ingin suara yang lebih memuaskan,” ujar Pangi di Jakarta, Minggu (30/6).Pria yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini merujuk hasil Pemilu Legislatif 2019. Menurutnya, PDIP, Nasdem, dan PKB mampu menaikkan jumlah perolehan kursi di DPR periode 2019-2024.Di sisi lain, katanya, Golkar yang tergolong partai besar justru mengalami penurunan jumlah kursi parlemen. Dalam analisis Pangi, hal itu tak terlepas dari kurang mampunya Airlangga memimpin partai yang pernah menjadi pemenang Pemilu 2004 tersebut.“Airlangga kurang melakukan terobosan untuk menaikkan citra partai. Ibarat kapal, Golkar jika memiliki nakhoda yang bisa membawa dan memainkan isu yang diinginkan masyarakat tentu akan berlayar cepat dan menang,” ujar Pangi.

Gerindra Tak Ngiler Gabung Jokowi-Ma’rufDaftar Pebola Voli Indonesia di SEA Games 2019Viral! Siswi SMP Ditelanjangi, Pelaku Diduga 9 Orang

Ipang, panggilan akrab Pangi, juga menyebut Airlangga sebagai pemimpin Golkar kurang piawai membaca angin. “Kalau bicara Airlangga, dia menjadi ketua umum yang tak ada efek ketokohannya, tak ada hasil tangan dinginnya yang bisa diakui dan dilihat,” tuturnya.

Komentar