7 Pati Polri yang Diusulkan Jadi Capim KPK Belum Setor LHKPN


FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Sejumlah perwira tinggi (Pati) Polri yang disebut-sebut diusulkan menjadi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata belum melaporkan harta kekayannya.Dari 9 orang, baru 2 perwira tinggi yang menyetorkan LHKPN kepada lembaga antirasuah. Mereka yang telah melaporkan yakni, yakni Wakabareskrim Polri, Irjen Pol Antam Novambar serta Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi Badan Siber Sandi Negara (BSSN), Irjen Pol Dharma Pongrekum.Kendati demikian, Antam Novambar baru melaporkan LHKPN pada Juli 2019. Antam memiliki total harta kekayaan senilai Rp 6.647.673.793. Sedangkan, Dharma Pongrekum baru melaporkan LHKPN pada Mei 2019. Dharma memiliki total harta kekayaan senilai Rp 9.775.876.500.Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyampaikan, KPK percaya komitmen Kapolri dan jajarannya dalam upaya pencegahan korupsi, termasuk LHKPN. Apalagi terdapat Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2017 tentang Penyampaian LHKPN di Lingkungan Polri.“Kami pandang ini adalah salah satu bentuk komitmen kelembagaan dari aspek regulasi. Salah satu ruang lingkup pengaturannya adalah kewajiban melaporkan LHKPN secara periodik setiap tahunnya paling lambat pada 31 Maret,” kata Febri saat dikonfirmasi, Selasa (2/7).Peraturan Kapolri tersebut, kata Febri, sejalan dengan Peraturan KPK Nomor 7 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman, dan Pemeriksaan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara. Khususnya tentang pelaporan periodik setiap tahun sebagaimana diatur di Pasal 5 peraturan tersebut.

Komentar

Loading...