Keluar Negeri, Politikus Nasdem Batal Diperiksa KPK

3 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mangkir dari pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK telah menerima surat dari pihak Kementerian Perdagangan, bahwa Enggar telah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

“KPK telah menerima surat dari pihak Menteri Perdagangan RI yang seharusnya dijadwalkan pemerikaaannya sebagai saksi hari ini. Yang bersangkutan sedang berada di luar negeri sehingga meminta penjadwalan ulang,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (2/7).

Febri menuturkan, penyidik KPK telah mengagendakan penjadwalan ulang kepada politikus Partai Nasdem itu pada Senin (8/7) mendatang. KPK berharap, Enggar dapat memenuhi panggilan penyidik lembaga antirasuah. “KPK berharap pada waktu tersebut, saksi datang memenuhi panggilan penyidik dan menjelaskan secara terbuka informasi terkait perkara ini,” jelas Febri.

Sedianya, Enggar bakal diperiksa sebagai saksi dalam kasus penerimaan gratifikasi yang menyeret Bowo Sidik Pangarso. Penyidik salah satunya akan mengkonfirmasi soal temuan sejumlah dokumen terkait peraturan gula rafinasi. Hal ini yang akan menjadi poin penting KPK yang akan ditelisik kepada Enggar.

Nama Ennggar terseret ketika penyidik KPK menggeledah ruang kerja Enggar di Kementerian Perdagangan dan kediaman pribadinya di kawasan Kuningan. Proses penggeledahan di kantor Enggar terjadi pada (29/4) lalu.

Dari penggeledahan di kantor Kemendag, penyidik menyita sejumlah dokumen terkait perdagangan gula. Sementara, penggeledahan di kediaman Enggar terjadi pada (30/4). Namun, ketika dilakukan penggeledahan, tidak ada satu pun benda-benda yang disita oleh penyidik.

Namun, Mendag Enggar sebelumnya sudah membantah telah menyuap Bowo Sidik senilai Rp2 miliar. Uang miliaran rupiah tersebut diduga diberikan oleh Enggar dalam bentuk mata uang dolar Singapura pada 2017 lalu. “Apa urusannya saya ngasih duit (ke Bowo Sidik)!” tegas Enggar, Senin (29/4) lalu.

Menurutnya, tidak ada kaitan antara dirinya dengan Bowo secara politis, lantaran parpol yang menaungi mereka berbeda. Bowo adalah kader Partai Golkar. Sedangkan, Enggar merupakan kader Partai Nasdem.

Untuk diketahui, Bowo Sidik menjadi tersangka dalam dua jenis perkara. Pertama, kasus dugaan suap terkait kerja sama penyewaan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG).

Dosen Bahasa Inggris Unismuh Makassar Ini Lolos Program BSLN

Istri Ngaku ke Suami, 4 Kali Desah-desahan dengan Selingkuhan

Digarap KPK, Politikus Demokrat Bungkam

Bowo diduga sudah menerima uang sebanyak enam kali dengan nilai mencapai Rp 221 juta dan 85.130 dollar Amerika Serikat. Pihak terduga pemberi suap adalah Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti.

Uang itu diduga berkaitan dengan commitment fee untuk membantu pihak PT HTK menjalin kerja sama penyewaan kapal dengan PT PILOG. Penyewaan itu terkait kepentingan distribusi.

Kemudian, pada pengembangan perkara, KPK menduga ada penerimaan dari sumber lain oleh Bowo, terkait jabatannya sebagai anggota DPR. Saat ini, KPK masih menelusuri lebih lanjut sumber penerimaan lain tersebut. Hal itu mengingat KPK juga menemukan 400.000 amplop uang sekitar Rp 8 miliar. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...