Korupsi BLBI, KPK Akan Periksa Eks Menko Bidang Perekonomian

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan pemeriksaan terhadap saksi untuk tersangka korupsi Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim. Penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dorodjatun Kuntjoro Jakti.

“Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka SJN (Sjamsul Nursalim),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (2/7).

Selain Dorodjatun, penyidik KPK juga memanggil Direktur Utama (Dirut) PT Berau Coal Tbk, Raden C Eko Santoso Budianto, pengacara AZP Legal Consultants, Ary Zulfikar, dan Senior Advisor Nura Kapital, Mohammad Syahrial. Mereka akan dimintai keterangan terkait dugaan korupsi SKL BLBI.

“Mereka juga akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi,” ujar Febri.

Ketua KPK, Agus Rahardjo sebelumnya menyampaikan, pada masa akhir kepemimpinannya dirinya berjanji akan menyelesaikan kasus-kasus besar, salah satunya SKL BLBI. Kini, pihaknya telah menersangkakan obligor Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim.

Keluar Negeri, Politikus Nasdem Batal Diperiksa KPK

Istri Ngaku ke Suami, 4 Kali Desah-desahan dengan Selingkuhan

Digarap KPK, Politikus Demokrat Bungkam

“Semaksimal mungkin kami selesaikan. Jadi, seperti BLBI kan sudah menersangkakan baru ya. Jadi, insyaallah itu bisa selesai sebelum kami meninggalkan tugas,” kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/7).

KPK telah menetapkan Sjamsul Nursalim beserta istrinya, Itjih Nursalim sebagai tersangka kasus korupsi. Keduanya dijerat terkait kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI.

Sjamsul dan istrinya disebut melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Tumenggung. Sjamsul dan istrinya diduga sebagai pihak yang diperkaya sebesar Rp4,58 triliun.

Atas perbuatannya, Sjamsul dan Itjih disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...