Sandi Sindir Megawati Soekarnoputri, Konteksnya Ini

Selasa, 2 Juli 2019 - 07:26 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sandiaga Uno sempat menyebutkan bahwa mengucapkan selamat kepada lawan politik setelah pengumuman hasil pilpres merupakan budaya barat. Hal itu disampaikan Sandiaga dalam sebuah acara televisi.

Bang Sandi, sapaan akrab Sandiaga, lantas menyinggung nama Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Menurut Sandi, Megawati tidak pernah mengucapkan selamat kepada pesaingnya di Pilpres 2004 dan 2009 yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam dua kali pilpres, perolehan suara SBY selalu unggul atas Megawati.

“Saya enggak pernah melihat (ucapan selamat) itu dilakukan Ibu Presiden Megawati waktu 2004, tidak melihat itu disampaikan oleh Bu Presiden Megawati ke Pak SBY,” kata Sandi ditemui awak media di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/7).

Sandi mengatakan, ucapan selamat harus disampaikan di saat yang tepat. Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu tidak mengucapkan selamat kepada Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin setelah hasil Pilpres 2019 diumumkan KPU.

Menurut Sandi, rangkaian Pilpres 2019 belum berakhir di saat KPU mengumumkan hasil perolehan suara. Dia bersama mantan capres Prabowo Subianto, memutuskan bersengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas hasil Pilpres 2019.

Sistem Zonasi Antara Harapan dan Tantangan

Mahasiswa Internasional dari USIM Akan Kuliah di Unismuh Makassar

Bawa Anjing Masuk Masjid, Begini Sikap MUI

“Saya sampaikan bahwa budaya-budaya we concede defeat and we offer congratulation, itu hanya ada di Pilpres di dalam demokrasi barat, ya. Itu di Amerika terutama,” jelas dia.

Namun, dia mengaku ucapan selamat bisa disampaikan setelah KPU menetapkan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih. Ketika KPU menetapkan Jokowi-Ma’ruf pemenang, Sandi pun mengucapkan selamatnya.

“Bagi saya ucapan selamat itu harus sesuai dengan kebudayaan negara. Seperti kemarin setelah penetapan KPU, saya memberikan selamat berjuang, selamat bekerja, selamat menjalankan amanah rakyat,” ucap dia. (jpnn)