Sistem Zonasi Antara Harapan dan Tantangan


Oleh: Amir Muhiddin, (Dosen Pemerintahan Fisip Unismuh Makassar Anggota Dewan Pendidikan Sulawesi Selatan)Meski sudah masuk tahun ketiga, pelaksanaan PPSB 2019 kali ini tetap saja memunculkan masalah dan membuat orang tua bingung, cemas, stress dan segala bentuk kekesalan lainnya.Bisa dibayangkan bagaimana orang tua ketika anaknya ditolak oleh sistem karena kesalahan Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamatnya kurang tepat dan harus bolak-balik dari rumah, ke sekolah dan melakukan verifikasi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Atau Dapodik yang bermasalah karena salah tanggal lahir dan nomor ujian nasional dan harus berhubungan lagi dengan operator di sekolah asalnya.Demikian pula jika jarak rumahnya sangat dekat dari sekolah berdasarkan zonasi lalu ditolak oleh sistem gara-gara google maps salah membaca alamat yang dimaksud, sebenarnya rumah dan sekolahnya hanya berjarak satu kilometer, tetapi setelah dibaca oleh sistem menjadi empat kilometer dan tidak bersyarat untuk diterima karena berada di luar zonasi.Tidak sedikit juga orang tua yang kesal karena Kartu Keluarga (KK) ditolak lantaran belum cukup satu tahun, padahal berdasarkan peraturan harus usia KK berumur satu tahun ke atas. Di tengah kebingungan itu para orang tua juga dikejar oleh waktu sebab pendaftaran untuk jalur zonasi hanya berlangsung lima hari yaitu mulai tanggal 24 sampai dengan 28 Juni 2019. Kalau mereka terlambat mendaftar boleh jadi kuota sekolah akan habis, diisi oleh pendaftar yang lebih duluan, lebih dekat, atau terelimitasi karena pertimbangan-pertimbangan lainnya.

Komentar

Loading...