Berantas Buta Aksara, Motor Dipenuhi Buku

0 Komentar

Menjaga kamtibmas sudah menjadi tugas pokok. Bukan berarti menghalangi melakukan kegiatan sosial.

LAPORAN: SIRJAUDDIN, Sinjai

Hal itu menjadi motivasi Brigadir Polisi Ilham Nur, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Sinjai. Selain tugas pokok sebagai Bhabinkamtibmas, dia juga aktif sebagai pegiat literasi di wilayah tugasnya. Aktivitas ini mulai ia geluti sejak September 2017.

Saat itu ia prihatin melihat sejumlah anak sekolah di wilayahnya yang tidak belajar. Guru kadang terlambat, bahkan tidak datang ke sekolah karena akses jalan yang rusak. Apalagi, memasuki musim hujan.

Sebagai seorang abdi negara yang setiap minggu bahkan hampir setiap hari menyambangi wilayah pelosok, ia mencoba ke sekolah tersebut. Niatnya ingin berbagi inspirasi dan pengalaman.

“Awalnya sedikit canggung, bahkan anak-anak takut karena melihat seragam polisi, tetapi waktu itu saya punya permen dan ternyata berhasil mendekati mereka menggunakan sarana itu,” ujar lelaki kelahiran 1987 itu.

Olehnya itu, dia mulai tertarik melanjutkan kegiatan ini. Jiwa sosialnya makin tertantang untuk terus menggeluti aktivitas tersebut. Akhirnya, dia bergabung dengan komunitas pustaka bergerak Indonesia yang memiliki 2.700 simpul se-Indonesia.

Di Sinjai ada 8 orang yang bergabung dalam komunitas literasi ini, termasuk Ilham. Namun, dia memberi nama pustaka bergerak Bhabinkantibmas agar identik dengan kepolisian.

Berbagai kegiatan dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan minat baca anak-anak, remaja, dan masyarakat dewasa serta memberantas buta aksara. Dengan cara buku mendatangi mereka menggunakan motor dinas Polri ke pelosok.

Bukan hanya itu, suami dari Jusmanita ini rutin mengajar atau mengisi jam pelajaran sekolah. Baik saat guru berhalangan, maupun sengaja meminta izin untuk berbaur dengan anak-anak. Agar mereka mengenal dan tahu tentang Polri serta tidak segan lagi dengan polisi.

Ilham menyebut tugas pokoknya tidak terganggu. Selaku Bhabinkamtibmas, dia selalu melakukan sambang, silaturahmi atau door to door system ke masyarakat. Momen ini dimanfaatkan berbagi dengan anak-anak. Buku di bagasi motor tidak pernah kosong.

14 sekolah telah ia kunjungi. Baik di Desa Terasa maupun sekolah yang ada di Desa Biji Nangka dan Bonto Salama. Mulai dari Madrasah Aliyah, SMP, hingga SD.

“Saya tidak menyiapkan waktu khusus, tetapi saat melakukan tugas kepolisian saya juga melakukan kegiatan literasi, karena literasi bukan hanya membaca tetapi melihat mendengar dan menyimak merupakan bagian dari literasi,” ucap dia.

Selain itu, lelaki dua anak ini juga sering berbagi buku tulis, buku gambar, alat tulis, sepatu, topi dan tas sekolah kepada anak-anak. Juga berbagi sembako kepada warga yang kurang mampu.

Termasuk memberikan Alquran kepada pengurus TK TPA dan masjid yang ada di wilayahnya. “Setelah saya melakukan aktivitas ini, banyak relawan atau donatur yang punya uang dan barang yang tidak tahu mau disalurkan ke mana hubungi kami,” bebernya.

Aktivitas sosial ini mendapat perhatian dari Pemkab Sinjai. Ilham ditetapkan sebagai tokoh literasi. Bahkan beberapa minggu lalu telah mewakili Polda Sulses melakukan presentasi di Mabes Polri terkait terobosan kreatif yang dilakukan ini.

“Saya juga bersyukur karena pimpinan terus memberikan dukungan karena ini salah satu cara untuk dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Salah seorang guru SDN 247 Pattiro, Ruddin Latief sangat mengapresiasi kegiatan literasi yang dilakukan oleh Ilham itu. Dia menyebut kegiatan itu dapat merubah fikiran masyarakat khususnya anak-anak tentang polisi yang selama ini disebut menakutkan.

“Kami sangat berterima kasih karena selain mengajar juga memberikan bantuan peralatan dan seragam sekolah, semoga ini terus dilakukan,” singkatnya. (*/zuk-arm)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...