REI Jateng: Indonesia Butuh 1,2 Juta Rumah Baru per Tahun

Ilustrasi/FAJAR

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – DPD Realestat Indonesia Jawa Tengah menyebutkan setiap tahun Indonesia memerlukan sedikitnya 1,2 juta rumah untuk menyediakan bagi sekitar 800.000 keluarga baru serta mengurangi backlog atau kekurangan rumah yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.”Kalau ingin mengurangi backlog rumah yang saat ini sekitar 11 juta, jumlah rumah yang disediakan harus lebih banyak dibandingkan dengan munculnya keluarga baru sekitar 800 ribuan per tahunnya,” kata Ketua DPD REI Jateng M.R. Priyanto di Semarang, Selasa malam (2/7).Priyanto menyatakan hal itu dalam diskusi “Membangun Kemenangan bersama Semen Indonesia” dengan narasumber pengamat ekonomi Dr. Arief Yulianto, Kepala  Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono, dan SVP of  SMO & Communication Semen Indonesia Ami Tantri.Di Jateng, kata Priyanto, backlog kepemilikan pada 2017 tercatat 1,12 juta dan backlog hunian 844 ribu. Secara nasional, rumah tangga yang belum miliki rumah sekitar 17,5 juta rumah tangga.Priyanto menjelaskan REI secara nasional pada 2019 ditarget mampu memberi kontribusi penyediaan rumah sebanyak 234,9 ribu unit, sedangkan REI Jateng mendapat target pembangunan rumah subsidi sebanyak 11 ribu unit pada 2019.Menurut dia, penjualan rumah subsidi sangat dipengaruhi oleh Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disediakan pemerintah karena dari program ini konsumen mendapatkan subsidi.”Sayangnya dana FLPP ini terbatas dan menurut informasi, Juli 2019 dana tersebut habis,” katanya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar