Tersinggung, 3 Ancaman Honorer Atas Pernyataan Kepala BKN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pernyataan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana tentang pentingnya membangun birokrasi yang profesional dan andal, memantik emosi honorer K2 tua.

Mereka berniat akan melakukan aksi sebagai protes atas pernyataan Bima, yang dinilai tidak menghargai nasib honorer K2 tua.

"Pak Bima mau didemo honorer K2 tua?," ujar Koordinator Nasional Hononer K2 Indonesia, Bhimma, Rabu (3/7).

Dia mengakui tengah menggalang aspirasi honorer K2 tentang tindakan selanjutnya. Pilihannya ada tiga.

Pertama, demo terakhir seluruh honorer se-Indonesia. Kedua, mogok kerja honorer serentak sampai tuntutan terkabulkan. Ketiga, mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sampai tuntas.

Menurut Bima, banyak anggotanya yang memilih opsi satu dan tiga. Obsi kedua, kurang diminati karena banyak honorer K2 yang dilarang atasannya mogok.

Gunakan SKD “Aspal”, Gubernur Jateng Coret 96 Calon Siswa

Anggaran Pakaian Pelantikan Anggota DPRD Pangkep Mencapai Rp280 Juta

Dua Kali Tertunda, Khofifah Siap Bersaksi

Bhimma menegaskan, honorer K2 itu satu paket dan tersebar di seluruh instansi. Kalau hanya diprioritaskan tenaga kesehatan, guru, dan penyuluh sama artinya memecah belah honorer K2.

Ridwan, koordinator Honorer K2 Indonesia wilayah Bengkulu menambahkan, kalau semua honorernya kompak, perjuangan akan membawa hasil. Kalau tidak kompak pasti pemerintah akan semakin menindas honorer K2 tua.

"Kuncinya ada di kemauan seluruh honorer K2. Mau berjuang atau menerima saja kebijakan pemerintah," ucap Ridwan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...