Jokowi Terpilih Lagi, Ini Harapan Wakil Ketum Kadin KTI

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Pelaku ekonomi optimis ekonomi Indonesia akan semakin melaju di periode kedua Jokowi. Sisa butuh kebijakan khusus seperti insentif pajak dan pelibatan pengusaha lokal.
Bank Dunia memang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 menjadi 5,1 persen. Sentimen eksternal yang belum sepenuhnya mereda. Sebut saja perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok, konflik geopolitik global,
hingga Brexit. Ini akan diyakini berimbas ke Indonesia.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kawasan Timur Indonesia, Andi Rukman Karumpa mengatakan tantangan ekonomi Jokowi-Ma’ruf kedepan memang cukup besar karena imbas kondisi global. Seperti defisit transaksi berjalan masih lebar. Utang luar negeri jatuh tempo, setoran pajak belum memuaskan dan kinerja ekspor masih lesu.
“Tetapi kami optimis, Jokowi mampu mengatasi tantangan ini. Apalagi ada modal rating atau indeks investasi kian bagus sehingga arus investasi asing akan mengalir bagus. Sisa di kabinet baru nanti, yang belum maksimal kerjanya bisa diisi yang benar-benar profesional,” ungkapnya.
Pembangunan infrastruktur juga sangat masif di periode pertama. Tidak hanya di Jawa tetapi sudah menyebar ke kawasan timur Indonesia (KTI) yang selama ini kurang diperhatikan. Namun menurutnya, pemberdayaan pengusaha lokal masih perlu dipacu.
“Sekitar 130 pelaku jasa konstruksi mesti diberi peran. Periode lalu memang didominasi BUMN karena mengejar target penyelesaian. Di periode berikutnya kita harap pengusaha swasta nasional makin diberi ruang,” tuturnya.
Di KTI, sejumlah megaproyek jadi prioritas Jokowi. Seperti jalan Trans Sulawesi, Trans Papua, proyek rel kereta api Makassar-Parepare. Kemudian ada bagian program tol laut dengan membangun pelabuhan Sorong dan Makassar New Port (MNP) di Makassar.
“MNP ini ditarget jadi pelabuhan ekspor utama di KTI. Jadi pembangunan relatif sudah merata. Sisa pelibatan pengusaha lokal yang mesti dikasih perhatian agar dorongan ke ekonomi setempat lebih kuat,” tuturnya.
Rukman menuturkan pertumbuhan ekonomi di Sulsel selama ini bertumpu ke ekonomi komoditas. Ekonomi memang sedikit lesu karena sedikit imbas Pilpres. Juga ada force majeur seperti bencana alam yang mengganggu produktivitas sektor pertanian.
“Perlu kita dorong ekonomi baru seperti pariwisata. Tidak hanya Toraja, tetapi infrastruktur ke destinasi lain seperti Bulukumba, Maros, Malino dan Selayar. Sulsel masih akan tumbuh di atas rata-rata nasional,” terangnya.
Kemenangan Jokowi menurutnya memang membawa sentimen positif bagi dunia usaha. Kata dia, kebijakan-kebijakan dan program sudah dikerjakan separuh jalan sisa dituntaskan. Kenyamanan dunia usaha seperti kebijakan yang berkesinambungan diperlukan. Jokowi diyakininya bakal menuntaskan PR-nya seperti harapan dunia usaha.
“Seperti yang kami sampaikan langsung saat bertemu di Istana. Kami yakin proyek-proyek bendungan di Sulsel yang belum tuntas juga akan dirampungkan. Juga proyek kereta api Makassar-Parepare yang tersendat tetap jadi prioritas pemerintah pusat,” terangnya.(fik).
Area lampiran
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...