Kemenkeu Usul Penyesuaian Tarif Bea Materai


FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Komisi XI DPR, mulai menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang bea materai. Pemerintah mengusulkan adanya penyesuaian tarif, batas nominal, dan perluasan definisi mengenai aturan materai tempel tersebut.Usulan pertama, pemerintah meminta ada penyesuaian terkait tarif bea materai yang selama ini terdapat dua jenis, yaitu materai Rp3.000 dan Rp6.000. Usulannya, tarif biaya materai diseragamkan menjadi satu harga. Tapi harganya akan naik menjadi Rp10.000 per lembar.Dengan adanya penyesuaian harga itu, pemerintah berasumsi pendapatan negara dari tarif bea materai akan meningkat dari 3,8 triliun menjadi 8,8 triliun. Penentuan tarif bea materai baru itu juga dipastikan telah melalui perhitungan yang matang.Salah satunya dengan membandingkan pendapatan perkapita Indonesia yang telah jauh meningkat dibanding terakhir kali tarif bea meterai dinaikkan oleh pemerintah sekitar 2000. Jadi, dipastikan harga baru tidak akan memberatkan masyarakat umum.“Jadi kami melakukan pendekatan rasio beban bea meterai terhadap pendapatan per kapita,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam paparannya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/7).Selain tarif, pemerintah juga melakukan penyesuaian batas nominal dokumen yang dikenakan bea materai. Biasanya, batas dokumen yang dibubuhi materai dengan nilai minimal di atas Rp 250 ribu. Kini nominalnya disederhanakan menjadi di atas Rp 5 juta saja.“Meski tarif meningkat, RUU menegaskan keberpihakan pemerintah pada UMKM karena batasan nilai nominal dokumen dinaikkan,” katanya.

Wadah Pegawai KPK Aksi 2 Tahun Teror Novel, Janji Kombes Suyuti Begini

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...