Kim Jong-un Akhirnya Bersedia Bebaskan Mahasiswa Australia

FAJAR.CO.ID, PYONGYANG-- Mahasiswa asal Australia, Alek Sigley, dibebaskan pemerintah Korea Utara pada Kamis (4/7). Sebelumnya, dia dinyatakan hilang oleh pihak keluarganya pada pekan lalu. Namun, Sigley ternyata ditahan pemerintah Korut dan akhirnya dibebaskan.

Sigley, 29, adalah satu dari sedikit orang asing yang tinggal di Pyongyang, Korut. Sempat dinyatakan hilang, Sigley disebut Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, telah dibebaskan dalam keadaan aman dan selamat. Hal tersebut seperti yang dirilis oleh BBC.

Pembebasan Sigley dilakukan setelah adanya pertemuan antara pejabat dari kedutaan Swedia di Pyongyang dan pemerintah Korut. Seperti diketahui, Australia tidak memiliki kedutaan sendiri di ibu kota Korut.

Australia tidak memiliki kedutaannya sendiri di ibukota Korea Utara. Sementara Swedia adalah satu dari sedikit negara Eropa yang memiliki kedutaan besar di Korut, dan sering bertindak sebagai perantara bagi negara Eropa lain yang tidak memiliki keduataan di Korut. Berdasar itu, Australia mendapat bantuan dari Swedia terkait penahanan salah seorang warga negaranya.

Berdasar BBC, setelah dibebaskan Sigley akan terbang ke Tiongkok dan kemudian melakukan perjalanan ke Jepang. Sampai saat ini, belum diketahui alasan penahanan yang dilakukan Korut terhadap Sigley. Pemerintah Korut sendiri memilih bungkam.

Pijat Tradisional Plus-plus, Ada Paket Kombo

Emine Erdogan Panen Kritik Warganya, Tampil Bermewah-mewah

Demokrat Memanas, Hinca: Keliru Kogasma Dianggap Ilegal

“Kami diberitahu bahwa pemerintah Korut telah membebaskannya (Sigley) dari penahanan. Dia dalam kondisi aman meninggalkan negara itu,” sebut Morrison di hadapan parlemen seperti dilansir BBC.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...